LIPEG Piala Menpora 2019 Diharapkan Lahirkan Pemain Baru

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
LIPEG Piala Menpora 2019 Diharapkan Lahirkan Pemain Baru
Menpora Imam Nahrawi, menutup Liga Pelajar Gunung Kidul (LIPEG) Piala Menpora 2019, di Stadion Gelora Handayani Wonosari, Gunung Kidul, DIY, Senin (18/3/2019) (Dok : Menpora). 

Ini kehadiran Menpora untuk kedua kalinya, setelah menutup turnamen yang sama tahun lalu.

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menutup Liga Pelajar Gunung Kidul (LIPEG) Piala Menpora 2019, di Stadion Gelora Handayani Wonosari, Gunung Kidul, DIY, Senin (18/3/2019). LIPEG ke-5 yang diikuti 20 SMA/SMK ini berjalan sukses dan melahirkan juara baru, SMAN 1 Tanjungsari, setelah pada partai final mengalahkan SMKN 2 Wonosari dengan skor 4-1.

Ini kehadiran Menpora untuk kedua kalinya, setelah menutup turnamen yang sama pada tahun lalu. Antusias peningkatan peserta dan penyelenggaraan yang semakin baik menunjukkan bahwa LIPEG dapat menjadi sarana pembinaan atlet usia dini dan muda, khususnya di cabor sepakbola.

"Kehadiran saya yang kedua ini bersama Deputi dan Asisten Deputi, ingin memastikan bahwa dari sinilah kelak akan lahir pesepakbola yang akan memperkuat Timnas," kata Menpora dalam sambutannya. 

Hal positif lain adalah bahwa pada penyelenggaraan ke-5 Tahun 2019 ini, LIPEG dibanjiri sponsor, hingga mencapai 35 sponsor. Sebuah lonjakan kepercayaan dan dukungan masyarakat, sebagaimana dilaporkan Ketua Pelaksana Heri Santosa. 

Atas laporan dan menyaksikan langsung berbagai sponsor yang terpampang sepanjang sisi lapangan, Menpora merasa bangga karena dengan demikian berarti partisipasi masyarakat terhadap pembinaan olahraga Tanah Air semakin menggeliat.

"Luar biasa. Saya menyaksikan, baru kali ini sponsor dan suporter liga pelajar sebanyak ini di Indonesia. Liga pelajar adalah ajang untuk mencari sahabat, teman, dan ini adalah tampilnya anak-anak muda luar biasa dari Gunung Kidul untuk Indonesia. LIPEG harus terus berjalan sepanjang masa, dan tahun depan diperluas, tidak hanya Gunung Kidul, serta harus ada televisi nasional yang meliput setidaknya pada pembukaan dan penutupan," harapan Menteri asal Bangkalan ini. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS