KPAI Resmi Cabut Surat Pemberhentian Audisi PB Djarum

Rizki Nurmansyah, Arief Apriadi

Kamis, 12 September 2019 | 16:05 WIB
KPAI Resmi Cabut Surat Pemberhentian Audisi PB Djarum
Ketua KPAI Susanto (kanan) dan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Kemenpora memanggil PB Djarum, PP PBSI, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan mediasi terkait polemik audisi umum pencarian bakat bulutangkis, Kamis (12/9/2019).

Mediasi yang berlangsung di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta itu menghasilkan beberapa keputusan.

Salah satunya KPAI resmi mencabut surat terkait permintaaan pemberhentian audisi umum PB Djarum.

Kabar tersebut sebagaimana diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi selaku pimpinan mediasi PB Djarum, PBSI, dan KPAI.

"KPAI sepakat untuk mencabut surat tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentiaan audisi PB Djarum. Jadi sama-sama ada jalan keluar terbaik," ujar Menpora Imam Nahrawi.

Lebih jauh, pencabutan surat tersebut turut disusul dengan keputusan bahwa Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat untuk memberikan waktu bagi PB Djarum memikirkan ulang atau konsolidasi terkait pemberhentian audisi umum yang rencananya mulai diberlakukan pada 2020.

"Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya, dengan mengacu kepada kesepakatan yang telah diambil oleh pertemuan hari ini tanggal 12 spetember 2019 bertepat di kantor Kemenpora," pungkas Imam.

Menpora Imam Nahrawi (tengah) dalam konferensi pers mediasi antara KPAI, PB Djarum, dan PBSI terkait polemik audisi bulutangkis PB Djarum di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Menpora Imam Nahrawi (tengah) dalam konferensi pers mediasi antara KPAI, PB Djarum, dan PBSI terkait polemik audisi bulutangkis PB Djarum di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sementara itu Ketua KPAI, Santoso menjelaskan bahwa sejak awal niat pihaknya hanyalah untuk menghentikan praktik dugaan ekploitasi anak dalam ajang audisi umum PB Djarum, bukan menghentkan proses pencarian bibit atlet itu sendiri.

baca juga

"Kita juga harus memerhatikan semangat perlingdungan anak yang lebih baik. Jadi kita berharap semua pihak bisa mendukung audisi tetap berjalan, tapi di pihak lain indeks perlindungan anak harus naik," beber Santoso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dimediasi Kemenpora, Ini 4 Poin Kesepakatan KPAI dan PB Djarum

Dimediasi Kemenpora, Ini 4 Poin Kesepakatan KPAI dan PB Djarum

Sport | Kamis, 12 September 2019 | 15:43 WIB

Audisi Bulutangkis PB Djarum Berhenti, Fajar Alfian: Cari Bibit Itu Susah

Audisi Bulutangkis PB Djarum Berhenti, Fajar Alfian: Cari Bibit Itu Susah

Sport | Kamis, 12 September 2019 | 14:35 WIB

Moeldoko: Logo Rokok Djarum Itu Persepsi, Audisi Harus Diteruskan

Moeldoko: Logo Rokok Djarum Itu Persepsi, Audisi Harus Diteruskan

Sport | Kamis, 12 September 2019 | 14:05 WIB

Kunjungi Markas PB Djarum, Moeldoko: Adanya Eksploitasi Positif Jadi Juara

Kunjungi Markas PB Djarum, Moeldoko: Adanya Eksploitasi Positif Jadi Juara

Sport | Kamis, 12 September 2019 | 13:46 WIB

Wiranto Siap Mundur dari Kursi Ketum PBSI Bila...

Wiranto Siap Mundur dari Kursi Ketum PBSI Bila...

Sport | Rabu, 11 September 2019 | 16:49 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×