Denmark Open 2019: Hadapi Juara Dunia, Gregoria Belajar dari Pengalaman

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Denmark Open 2019: Hadapi Juara Dunia, Gregoria Belajar dari Pengalaman
Foto kolase Pusarla V. Sindhu dan Gregoria Mariska Tunjung. [Dok. AFP/PBSI]

Gregoria telah lima kali bertemu juara dunia 2019, Pusarla V. Sindhu.

Suara.com - Lawan tangguh menanti Gregoria Mariska Tunjung di babak pertama Denmark Open 2019. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia ini akan menghadapi juara dunia 2019, Pusarla V. Sindhu.

Menghadapi lawan yang di atas kertas levelnya lebih tinggi, Gregoria terus berbenah. Salah satunya belajar dari pengalaman saat kalah dari para tunggal putri unggulan.

Pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 dan Korea Open 2019, Gregoria menghadapi dua pemain unggulan yakni Ratchanok Intanon (Thailand), dan Tai Tzu Ying (China Taipei).

Dalam dua ajang itu, Gregoria memberi perlawanan sengit pada musuhnya dan bahkan punya kans untuk memenangi pertandingan. Namun, pada akhirnya ia kalah karena gagal tampil tenang di poin-poin kritis.

Saat menghadapi Ratchanok Intanon di babak 16 besar Kejuaraan Dunia misalnya, Gregoria hampir saja meraih kemenangan saat merebut game pertama 21-18 dan mencapai game poin di game kedua dengan skor 20-18.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, terhenti di perempat final Korea Open 2019 usai takluk dari pemain nomor satu dunia, Tai Tzu Ying (China Taipei), Jumat (27/9). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, terhenti di perempat final Korea Open 2019 usai takluk dari pemain nomor satu dunia, Tai Tzu Ying (China Taipei), Jumat (27/9). [Humas PBSI]

Namun, Gregoria gagal tampil tenang di poin-poin kritis hingga berbalik kalah 21-23. Di game ketiga, tunggal putri kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah itu hancur lebur hingga kalah telak 10-21.

"Saat poin-poin kritis saya diberi tahu untuk meminta break agar bisa mengambil waktu agar bisa memulai lagi dan tak pikirkan ini sudah game poin," ujar Gregoria ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019).

"Kemarin sudah sempat ngobrol dengan pelatih bahwa kalau lawan unggulan, satu poin itu susah untuk didapat. Jadi saat sudah mencapai 20 poin, berpikirnya jangan ingin menang, tapi harus fokus rebut satu demi satu poin lagi dan hati-hati," sambungnya.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Pusarla V. Sindhu bukanlah lawan asing bagi Gregoria. Keduanya telah telah berjumpa lima kali.

Dari lima pertemuan tersebut, Gregoria belum sekalipun merebut kemenangan atas tunggal putri India itu.

Terakhir kali berjumpa, peraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2017 itu kalah 21-23, 7-21 di Indonesia Masters 2019 Januari lalu.

Tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu, menaklukkan wakil Jepang, Nozomi Okuhara, pada final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu (25/8). [AFP/Fabrice Coffrini]
Tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu, menaklukkan wakil Jepang, Nozomi Okuhara, pada final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu (25/8). [AFP/Fabrice Coffrini]

"Sebenarnya, setiap bertanding itu menghadapi pemain yang ranking di bawah pun ada kesulitannya juga. Kan saya juga tidak sekali ini bertemu pemain unggulan. Tapi ya pasti tegang juga," pungkasnya.

Denmark Open 2019 akan berlangsung di Odense Sports Park, Odense pada 15-20 Oktober mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS