M-Pro: Bila Menang, Daud Petinju RI Pertama yang Juara di 3 Kelas Berbeda

Rizki Nurmansyah | Suara.com

Rabu, 09 Oktober 2019 | 03:05 WIB
M-Pro: Bila Menang, Daud Petinju RI Pertama yang Juara di 3 Kelas Berbeda
Petinju Indonesia Daud Yordan (kiri) bersama pemilik Mahkota Promotion Raja Sapta Oktohari (tengah), dan Managing Director Mahkota Promotion Urgyen Rinchen Sim. [Dok. M-Pro]

Suara.com - Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi membidik gelar juara dunia International Boxing Association (IBA) saat keduanya menghadapi lawan masing-masing pada 17 November 2019 di Batu, Jawa Timur.

Dalam pertarungan tersebut, Daud akan bertanding melawan petinju kelas ringan super Michael Mokoena asal Afrika Selatan yang memiliki rekor tanding 15 kali menang dan empat kali kalah.

Sementara Ongen Saknosiwi yang baru saja merebut gelar juara kelas bulu versi WBC Asian Boxing Council Continental, September lalu, akan bertanding memperebutkan sabuk juara dunia IBA melawan Marco Demecillo asal Filipina.

Managing Director Mahkota Promotion (M-Pro), Urgyen Rinchen Sim mengatakan, Mokoena dan Demecillo akan menjadi lawan yang tangguh untuk Daud dan Ongen.

"Demecillo bahkan memiliki peringkat yang lebih baik daripada Ongen. Tapi, kami yakin Ongen akan mampu mengatasi lawan. Bila menang, Daud akan mencetak sejarah karena menjadi petinju Indonesia pertama yang menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda," ujar Sim, Selasa (8/10/2019).

"Sementara Ongen menjadi petinju Indonesia yang menjadi juara dunia dengan rekor kurang dari 10 pertarungan," lanjutnya.

Petinju Indonesia Ongen Saknosiwi (kiri) dan Managing Director Mahkota Promotion Urgyen Rinchen Sim saat berkunjung ke redaksi Suara.com, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Rizki Nurmansyah]
Petinju Indonesia Ongen Saknosiwi (kiri) dan Managing Director Mahkota Promotion Urgyen Rinchen Sim saat berkunjung ke redaksi Suara.com, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Rizki Nurmansyah]

Menurutnya, pemilihan IBA sebagai jalur menuju gelar juara dunia pun bukan tanpa alasan.

Meski tidak terlalu terdengar gaungnya, IBA merupakan salah satu badan tinju dunia yang juga bergengsi.

IBA pernah mencapai masa keemasan pada era 1990-an saat sejumlah nama besar tercatat sebagai juara dunia IBA, seperti Oscar de la Hoya, Joel Casamayor, George Foreman, Roy Jones, Jr., Arturo Gatti, dan Fernando Vargas.

"Pamor IBA memang sempat meredup karena pergantian manajemen. Tapi sekarang mereka mulai kembali ke permukaan, terutama di Benua Amerika dan juga Eropa Timur. Saat ini, mereka bekerja sama dengan salah satu promotor terkenal, MTK Global, yang menaungi antara lain Tyson Fury dan Carl Frampton," kata dia.

Petinju Indonesia, Daud Yordan, berpose dengan sabuk juara kelas ringan super WBC International Challenge Belt yang belum lama ini didapatnya dan sabuk kelas ringan WBO Inter-Continental, saat berkunjung ke redaksi Suara.com, Kamis (8/8/2019). [Suara.com/Arya Manggala]
Petinju Indonesia, Daud Yordan, berpose dengan sabuk juara kelas ringan super WBC International Challenge Belt yang belum lama ini didapatnya dan sabuk kelas ringan WBO Inter-Continental, saat berkunjung ke redaksi Suara.com, Kamis (8/8/2019). [Suara.com/Arya Manggala]

Meski menjajal jalur IBA, M-Pro tetap menjaga hubungan baik dengan badan tinju lain, seperti WBC dan WBO.

Pasalnya, dalam pertarungan nanti Daud juga akan memperebutkan gelar juara versi WBO Oriental.

Menurut Sim, hubungan baik dengan semua badan tinju dunia harus tetap dijaga untuk melihat peluang terbaik menuju gelar juara dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taklukan Derevyanchenko, Golovkin Rebut Dua Sabuk Juara Dunia

Taklukan Derevyanchenko, Golovkin Rebut Dua Sabuk Juara Dunia

Sport | Minggu, 06 Oktober 2019 | 19:24 WIB

Richard Mainaky Ancam SP3 dan Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Richard Mainaky Ancam SP3 dan Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Sport | Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:10 WIB

Hadapi Mokoena, Daud Yordan: Menang KO atau Tidak, Intinya...

Hadapi Mokoena, Daud Yordan: Menang KO atau Tidak, Intinya...

Sport | Kamis, 03 Oktober 2019 | 09:05 WIB

Top 5 Olahraga: Begini Skenario Marquez Kunci Titel Juara MotoGP 2019

Top 5 Olahraga: Begini Skenario Marquez Kunci Titel Juara MotoGP 2019

Sport | Kamis, 03 Oktober 2019 | 07:10 WIB

Indonesia Cukur Spanyol dan 4 Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Indonesia Cukur Spanyol dan 4 Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Sport | Rabu, 02 Oktober 2019 | 22:05 WIB

Punya Sejarah Cukup Buruk Lawan Petinju Afsel, Daud Yordan Waspada Penuh

Punya Sejarah Cukup Buruk Lawan Petinju Afsel, Daud Yordan Waspada Penuh

Sport | Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:19 WIB

Terkini

Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan

Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:15 WIB

Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar

Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:12 WIB

Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya

Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:09 WIB

Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan

Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:05 WIB

Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara

Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:58 WIB

Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar

Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar

Sport | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:13 WIB

Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup

Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup

Sport | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:38 WIB

Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar

Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar

Sport | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:33 WIB

Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games

Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games

Sport | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:55 WIB

NPC Indonesia Apresiasi Pemerintah dan Berharap Atlet Bijak Manfaatkan Bonus ASEAN Para Games 2025

NPC Indonesia Apresiasi Pemerintah dan Berharap Atlet Bijak Manfaatkan Bonus ASEAN Para Games 2025

Sport | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:51 WIB