Indonesia Raih 2 Medali Emas Kejuaraan Dunia Junior, Susy: Harus Diteruskan

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Indonesia Raih 2 Medali Emas Kejuaraan Dunia Junior, Susy: Harus Diteruskan
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019) malam. (Suara.com / Arief Apriadi)

Indonesia juga berhasil mengemas dua medali perak dan satu perunggu.

Suara.com - Indonesia berhasil meraih dua medali emas di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019. Dari nomor beregu, skuat Merah Putih untuk pertama kalinya sukses membawa pulang Piala Suhandinata setelah di laga final mengalahkan China dengan skor 3-1, Sabtu (5/10/2019) lalu.

Sementara satu medali emas lainnya datang dari nomor perorangan melalui pasangan ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Keduanya menjadi juara dunia setelah di partai final menumbangkan pasangan China, Di Zi Jian/Wang Chang, 21-19, 21-18.

Tak hanya itu, Indonesia juga berhasil mengemas dua medali perak dan satu perunggu dari nomor perorangan. Medali perak diraih pasangan ganda putri Febriana Dwipuji/Amalia Cahya Pratiwi, dan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran).

Penyambutan tim Indonesia sepulang dari Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019 di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019). (Suara.com/ Arief Apriadi)
Penyambutan tim Indonesia sepulang dari Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019 di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019). (Suara.com/ Arief Apriadi)

Sementara satu medali perunggu datang dari sektor tunggal putra melalui Yonathan Ramlie. Yonathan terhenti di semifinal setelah kandas di tangan peringkat satu dunia Kunlavut Vitidsarn dengan skor 11-21, 10-21.

Kesuksesan Indonesia disambut baik oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti. Perempuan yang juga menjabat sebagai tim manajer Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2019, menilai hasil yang diraih wakil-wakil Merah Putih sangat luar biasa.

"Pencapaian di WJC menurut saya luar biasa, terutama perjuangan di beregu. Anak-anak mencetak sejarah," ujar Susy Susanti dalam acara penyambutan skuat Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019) malam.

"Ke depannya, kami harapkan usaha mereka harus ekstra lagi. Jangan berhenti sampai di sini," sambungnya.

Susy juga menegaskan bahwa hasil yang diraih tim maupun wakil-wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019 merupakan hasil jerih payah PBSI dalam proses pembibitan atlet secara berkesinambungan.

"Bibit bagus itu kan hasil proses, kami menyiapkan mereka sudah bertahun-tahun lalu, nah matangnya di tahun ini," beber Susy.

"Untuk tahun depan pun sudah kami siapkan dari sekarang. Sepertinya yang akan lebih menonjol itu pemain putrinya, karena masih ada beberapa yang bisa ikut WJC tahun depan," ujarnya menambahkan.

Sebagai informasi, medali emas yang diraih Leo/Daniel menjadi penghapus dahaga gelar juara dunia junior dari sektor ganda putra Merah Putih. Kali terakhir sektor ganda putra Indonesia merebut medali emas Kejuaraan Dunia Junior adalah pada 1992 silam melalui pasangan Amon Santoso/Kusno.

Gelar juara dunia junior yang diraih Leo/Daniel turut mempertegas dominasi sektor ganda putra Indonesia di kancah internasional. Pasalnya, di level senior, Indonesia juga berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia melalui pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS