Cegah Atlet Keluar Malam, PBSI Pasang CCTV

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Cegah Atlet Keluar Malam, PBSI Pasang CCTV
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019) malam [Suara.com / Arief Apriadi].

Sudah dewasa, tidak perlu dijaga 24 jam. Namun disiplin bagi atlet mesti ditegakkan PBSI.

Suara.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berencana memasang CCTV untuk meminimalisir tindakan indisipliner atlet-atlet pelatnas, terutama yang kerap melanggar jam malam.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti mengatakan, pemasangan CCTV akan dilakukan di berbagai tempat, terutama di gerbang utama, tempat keluar masuknya atlet pelatnas.

Perangkat Closed Circuit Television (CCTV) tampak terpasang di jembatan penyeberangan orang di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (18/9/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
Perangkat Closed Circuit Television (CCTV). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Oke Atmaja]

"Nanti kami akan pasang CCTV. Seperti di pintu masuk, semua lokasi, di sekitar asrama juga akan diperbanyak," ujar Susy Susanti saat ditemui di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019) malam.

Susy Susanti menegaskan bahwa PBSI sebagai federasi hanya bisa memberikan aturan-aturan serta pencegahan terkait tindak indisipliner. Namun, semua itu hanya bisa berjalan jika para atlet memiliki tanggung jawab dan pemahaman yang sama.

"Kami sebagai pengurus tentu memberikan aturan-aturan. Tapi semua itu balik lagi ke pribadi atletnya. Sebetulnya mereka harus lihat, kalau mereka indisipliner itu 'kan (efeknya) untuk mereka sendiri," beber Susy Susanti.

"Dia menang untuk dia, dia kalah ya buat dirinya sendiri juga. Jadi tak mungkin mereka seperti anak kecil yang harus 24 jam dijaga," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa atlet dari sektor ganda campuran PBSI kedapatan melakukan indisipliner. Mereka disebut keluar asrama tanpa sepengetahuan pelatih dan baru kembali pada larut malam.

Bahkan, untuk memuluskan aksi itu, beberapa di antaranya disebut-sebut memanipulasi surat izin keluar pelatnas. Hal itu membuat pelatih Richard Mainaky naik pitam.

Juru taktik asal Ternate, Maluku itu pun pada akhirnya mengambil tindakan tegas. Semua atlet yang diketahui melanggar aturan sudah diberikan sanksi berupa teguran keras lewat Surat Peringatan (SP) 2.

"Sudah selesai, dan atlet yang kedapatan melakukan pelanggaran sudah saya panggil dan beri SP2," ujar Richard Mainaky saat dihubungi Suara.com, Kamis pekan lalu (10/10/2019).

"Saya menganggap kini sudah normal kembali. Mereka sedang fokus dan konsentrasi melakukan latihan untuk persiapan ke kejuaraan Eropa yang akan berlangsung minggu depan," sambungnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS