Medali Emas Dancesport SEA Games Kembali Dihitung, Ini Kata CdM Indonesia

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Medali Emas Dancesport SEA Games Kembali Dihitung, Ini Kata CdM Indonesia
Atlet dancesport putri Indonesia, Dwi Cindy Desyana sukses meraih medali emas SEA Games 2019 dari nomor women breaking, Minggu (1/12/2019). [Dok. tim CdM Indonesia]

Kepastian dihitung tidaknya medali Dancesport baru akan diketahui setelah Upacara Penutupan SEA Games 2019.

Suara.com - Kebingungan kembali menghampiri Kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Medali emas dari cabang olahraga Dancesport nomor women breaking kembali masuk hitungan perolehan medali pada, Selasa (10/12/2019).

Seperti diketahui, medali emas yang diraih atlet Dancesport Indonesia, Dwi Desyana pada Minggu (1/12/2019), sejatinya tak masuk hitungan medali.

Hal itu lantaran nomor women breaking hanya berstatus pertandingan ekshibisi karena hanya diikuti dua negara peserta (NOC); Indonesia dan tuan rumah Filipina.

Kendati demikian, Filipina selaku tuan rumah sepertinya inkonsisten dalam penerapan aturan.

Pada, Selasa (10/12/2019), medali emas Dwi Desyana kembali masuk hitungan.

Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara menjelaskan kebingungan tersebut.

Menurut Harry, Filipina selaku tuan rumah ternyata secara sepihak memutuskan menghitung medali emas dari cabor tinju kelas bulu (57 kg) putri.

CdM Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara (kiri), dan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
CdM Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara (kiri), dan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Padahal, merujuk laman resmi SEA Games 2019, cabor tinju kelas 57 kg putri hanya diikuti dua negara peserta yakni Myanmar dan Filipina—satu negara peserta lainnya mundur. Hal itu sama dengan Dancesport nomor beraking women.

"Dalam rapat SEA Games, ada perwakilan NOC Indonesia, di situ dikatakan bahwa kalau hanya ada dua NOC (negara peserta) saja, itu medali tak dihitung," ujar Harry Warganegara saat dihubungi wartawan, Selasa (10/12/2019).

"Tapi dalam berjalannya waktu, ada cabor yang NOC-nya tiga tapi menjadi dua karena ada yang mundur. Dan di situ, tuan rumah yang dapat medali (emas), dan mereka menghitung medali itu," sambungnya.

Harry mengatakan Indonesia jelas tak terima dengan keputusan itu. Karenanya tim CdM, kata Harry, mempertanyakan status medali dari Dancesport yang sebelumnya diraih kontingen Merah Putih.

"Nah kita tanya dong, medali kita dihitung tidak? Kalau dihitung ya kita diam (menerima—red), kalau tidak dihitung kita protes," sambungnya.

CdM Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara (tengah) menyambangi pemusatan latihan Timnas Basket Indonesia di GBK Arena, Jakarta, Selasa (22/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
CdM Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara (tengah) menyambangi pemusatan latihan Timnas Basket Indonesia di GBK Arena, Jakarta, Selasa (22/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Kendati medali emas Dancesport kembali masuk hitungan perolehan medali, Harry menegaskan bahwa kondisi itu masih sementara.

Kepastian dihitung tidaknya medali Dancesport, kata Harry, baru akan diketahui setelah Upacara Penutupan SEA Games 2019, Rabu (11/12).

"Untuk perhitungan dari tim CdM sendiri, medali emas Dancesport belum masuk hitungan. Nanti kita akan minta penjelasan secara tertulis untuk memastikan," beber Harry.

"Nanti kalau SEA Games 2019 selesai, mereka baru memberikan data perolehan medali resmi. Sekarang itu seperti quick count, resminya setelah rapat pleno. Jadi kita tunggu," pungkas CdM Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS