Muhammad Faathir, Calon Pengganti Eko Yuli Irawan Pecahkan Rekor Dunia

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Muhammad Faathir, Calon Pengganti Eko Yuli Irawan Pecahkan Rekor Dunia
Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir (kanan) berhasil meraih tiga medali emas sekaligus memecahkan dua rekor dunia remaja di kelas 61kg saat turun di Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020 di Uzbekistan Sports Complex, Uzbekistan, Sabtu (15/2/2020). [Istimewa]

Ia sukses merebut tiga medali emas

Suara.com - Lifter junior Indonesia, Muhammad Faathir tampil menawan pada Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020. Selain sukses merebut tiga medali emas, atlet kelahiran Samarinda, 21 Mei 2003 itu turut memecahkan dua rekor dunia.

Dalam kejuaraan yang berlangsung di Uzbekistan Sports Complex, Uzbekistan, Sabtu (15/2/2020), Faathir yang turun di kelas 61kg itu merebut tiga emas dari angkatan Snatch 119kg, Clean & Jerk 154kg dan total angkatan 273kg.

Sementara dua rekor dunia remaja (youth) dibuat calon pengganti Eko Yuli Irawan itu melalui angaktan Clean & Jerk dan angkatan total. Clean & Jerk 154 kg dan total angkatan 273kg sukses melewati dua rekor yang dipegangnya sendiri.

Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir (tengah) berhasil meraih tiga medali emas sekaligus memecahkan dua rekor dunia remaja di kelas 61kg saat turun di Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020 di Uzbekistan Sports Complex, Uzbekistan, Sabtu (15/2/2020). [Istimewa]
Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir (tengah) berhasil meraih tiga medali emas sekaligus memecahkan dua rekor dunia remaja di kelas 61kg saat turun di Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020 di Uzbekistan Sports Complex, Uzbekistan, Sabtu (15/2/2020). [Istimewa]

Sebelumnya, Faathir memecahkan rekor dunia remaja untuk angkatan Clean & Jerk 153 kg, dan total angkatan 272 kg di Asian Youth and Junior Championship, di Pyongyang, Korea Utara, 22 Oktober 2019.

"Setelah Windy Cantika yang berusia 19 tahun meraih dua emas dan memecahkan rekor dunia pada SEA Games XXX Filipina 2019, kini muncul M Faathir," ujar Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia, Dirdja Wihardja dalam rilis yang diterima Suara.com, Minggu (16/2/2020).

"Keduanya adalah the next generation yang bakal diandalkan pada event SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade ke depan," tambahnya.

Prestasi yang diraih Faathir tidaklah instan. Dirdja menjelaskan lifter penghuni Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta itu sudah mulai digembleng di pelatnas sejak Asian Games 2018 lalu.

"Fathir itu sudah menjalani pelatnas setahun lebih. Saat itu, kita memang sengaja merekrut Faathir agar merasakan atmosfir dalam pelatnas Asian Games 2018," jelas Dirdja.

"Kini, hasilnya memang cukup menggembirakan dimana dia terpacu untuk bisa meraih prestasi seperti lifter seniornya dengan mengukir prestasi cemerlang di Uzbekistan," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS