Pendaftaran Ditutup, Dua Bakal Calon Berebut Kursi Ketua Umum PBSI

Rully Fauzi | Arief Apriadi
Pendaftaran Ditutup, Dua Bakal Calon Berebut Kursi Ketua Umum PBSI
Ilustrasi badminton. (foto: Shutterstock)

Agung Firman Sampurna bersaing dengan Ari Wibowo untuk jabatan Ketua Umum PBSI.

Suara.com - Pendaftaran Bakal Calon (Bacalon) Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah ditutup pada Senin (26/10/2020).

Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum PBSI menyampaikan ada dua bacalon yang telah mengembalikan formulir pendaftaran beserta kelengkapannya.

Kedua sosok itu adalah Agung Firman Sampurna yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Ari Wibowo, Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Banten.

Ketua Tim Penjaringan, Edi Sukarno, mengatakan tahap selanjutnya adalah melakukan verifikasi persyaratan yang telah masuk.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia Junior Batal Digelar, PBSI Legawa

Pemeriksaan berkas-berkas persyaratan dari bacalon ketua umum ini akan berlangsung pada 27-30 Oktober 2020. Dalam periode itu, bacalon masih bisa melengkapi dokumen persyaratan yang kurang.

"Sampai hari ini ada dua bakal calon, Pak Agung dan Pak Ari. Kami baru bisa mengumumkan ini saja," kata Edi Sukarno dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (27/10/2020).

"Untuk kelengkapan persyaratan kedua bakal calon, belum bisa kami umumkan karena tim penjaringan akan melakukan proses verifikasi terlebih dahulu," tambahnya.

Edi menambahkan bahwa proses verifikasi tak hanya melihat kelengkapan dokumen masing-masing bacalon, melainkan mengecek validitas dukungan terhadap mereka.

"Lewat proses verifikasi, akan ditentukan apakah kelengkapan dari bakal calon memenuhi persyaratan atau tidak, karena kadang bisa saja semua lengkap tapi tidak memenuhi persyaratan," beber Edi.

Baca Juga: Ari Wibowo Ramaikan Bursa Pemilihan Ketua Umum PBSI

Salah satu proses verifikasi persyaratan bakal calon adalah memeriksa jumlah suara dukungan pengprov kepada bacalon ketua umum yang mendaftar. Tim Penjaringan akan memeriksa suara dukungan apakah valid atau tidak valid.

Komentar