- Putri Kusuma Wardani melaju ke final Swiss Open 2026 setelah mengalahkan Nozomi Okuhara Sabtu di Basel.
- Kemenangan ini menjadi pembuktian Putri bahwa ia masih layak menjadi juara setelah hasil kurang memuaskan sebelumnya.
- Putri menerapkan strategi reli panjang untuk memancing kesalahan Okuhara yang dikenal memiliki pertahanan kuat.
Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani menegaskan tekadnya untuk membuktikan dirinya masih pantas menjadi juara setelah berhasil melaju ke final Swiss Open 2026.
Putri memastikan tempat di partai puncak turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut usai menaklukkan juara dunia 2017 asal Jepang Nozomi Okuhara dalam dua gim langsung 21-16, 21-13 pada semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Sabtu waktu setempat.
"Ini final pertama saya tahun ini, jadi akan tetap fokus, jaga konsistensi. Siapa pun lawannya besok saya siap," kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah pertandingan.
Pebulu tangkis unggulan pertama itu mengungkapkan bahwa keberhasilannya mencapai final menjadi jawaban atas hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa turnamen sebelumnya, ketika ia beberapa kali terhenti pada babak perempat final.
Ia mengaku datang ke Swiss Open dengan motivasi besar untuk menunjukkan kualitas sebagai salah satu pemain papan atas Indonesia.
"Saya ingin membuktikan saya masih layak untuk jadi juara," ujarnya.
Pada pertandingan semifinal, Putri tampil dengan strategi yang terencana saat menghadapi Okuhara yang dikenal memiliki daya juang tinggi serta pertahanan yang kuat.
Ia bahkan sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pertandingan panjang dengan menjaga kondisi fisik sejak sebelum laga dimulai.
"Sejak awal saya sudah siap capek karena melawan Okuhara pasti tidak gampang mati dan dia punya pukulan spekulasi yang sangat baik," kata Putri.
Baca Juga: Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
Putri juga mampu membaca perubahan strategi lawannya, terutama ketika Okuhara mulai lebih banyak menunggu serangan. Situasi tersebut membuat Putri mengubah pendekatan permainan dengan lebih sabar melalui reli panjang untuk memancing kesalahan lawan.
"Setelah interval saya coba main lebih aman, bermain panjang dan banyak reli sehingga dia banyak mati sendiri," ujarnya.
Putri menjadi wakil Indonesia pertama yang memastikan tempat di final Swiss Open tahun ini.
Sementara itu, tiga wakil Indonesia lainnya masih berpeluang menyusul ke partai puncak, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, serta pasangan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah.
(Antara)