-
FPTI memberikan jaminan kerahasiaan identitas dan perlindungan penuh bagi atlet korban pelecehan seksual.
-
Menpora Erick Thohir mendukung pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
-
Federasi memfasilitasi pendampingan hukum dan pengacara untuk mengawal laporan korban ke pihak kepolisian.
Suara.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan akan memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Hal ini mendapat dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Perlindungan yang dilakukan FPTI adalah tidak menyebarluadkan identitas para korban. Mereka akan terus dirahasiakan untuk menghindari adanya stigma dari masyarakat.
"Kami memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet (korban), karenanya identitas mereka juga kita rahasiakan. Mereka jangan sampai jadi korban dua kali karena adanya stigma di masyarakat," ujar Ketum FPTI Yenny Wahid dalam keterangannya.
Yenny Wahid menyampaikan, pihaknya sudah membentuk tim pencari fakta pada internal federasi.
Tim tersebut sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku pada Kamis (12/3/2026).
"Kami tetap membentuk tim pencari fakta. Tim sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap terduga pelaku, juga sudah menghubungi melalui WhatsApp," terangnya.
Upaya FTPI ini mendapat dukungan penuh dari Menpora Erick Thohir yang berharap pembentukan tim pencari fakta ini akan membuat kasus menjadi semakin terang benderang dan memastikan proses penanganan kasus dilakukan secara objektif, transparan dan menyeluruh.
“Pembentukan tim pencari fakta merupakan langkah yang tepat dan bukti penanganan serius oleh FPTI untuk memastikan setiap informasi dan fakta bisa dikaji secara mendalam," jelas Erick Thohir.
"Kami berharap proses berjalan secara obyektif, profesional dan menjadi jalan untuk mewujudkan keadilan bagi korban,” ujar Erick.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta
Kemenpora akan terus memantau perkembangan proses yang dilakukan oleh FPTI dan siap berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan kasus ini berjalan dengan baik serta menjunjung tinggi keadilan bagi korban.
Yenny Wahid menjelaskan saat ini para atlet yang menjadi korban telah membuat laporan resmi ke pihak Kepolisian. Federasi, kata dia, juga menyediakan pengacara.
"Jadi kita akan lindungi mereka untuk bisa mendapatkan kehidupan yang bermartabat dan mendapat keadlian. Ini ada dua proses yang berjalan secara beriringan, pertama proses di internal FPTI tim pencari fakta, lalu juga proses hukum yang sudah berjalan," pungkas Yenny Wahid.