alexametrics

Iannone Kena Sanksi Doping, Aprilia Tunjuk Savadori sebagai Pengganti

Rully Fauzi
Iannone Kena Sanksi Doping, Aprilia Tunjuk Savadori sebagai Pengganti
Lorenzo Savadori. [PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP]

Savadori bertandem dengan Aleix Espargaro di MotoGP 2021.

Suara.com - Aprilia Racing Team Gresini menunjuk Lorenzo Savadori untuk menggantikan Andrea Iannone, yang masih menjalani sanksi doping, untuk berlaga di MotoGP 2021.

Savadori, pebalap berusia 27 tahun asal Italia, akan menjadi rekan satu tim rider asal Spanyol Aleix Espargaro, di MotoGP musim ini. Keduanya dibekali motor Aprilia RS-GP.

Savadori sendiri sebelumnya merupakan pebalap World Superbike dan merebut titel Superbike Italia tahun lalu.

Dia menjalani debut MotoGP bersama Aprilia musim lalu, menggantikan pebalap Inggris Bradley Smith yang sempat mengisi peran Iannone.

Baca Juga: Andrea Iannone: Dunia Olahraga Dikuasai Mafia!

Pebalap Aprilia Racing asal Italia, Andrea Iannone, tengah bersiap menjalani balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Minggu (27/10/2019). [AFP/Peter Parks]
Andrea Iannone membalap untuk Aprilia di MotoGP Australia 2019. [AFP/Peter Parks]

"Saya harus berterima kasih kepada Aprilia untuk kesempatan luar biasa ini," kata Savadori seperti dikutip laman resmi tim.

"Saya tahu saya masih harus banyak belajar. Ini adalah kategori yang menuntut dan masih baru bagi saya."

"Tes dan balapan tahun lalu memberi saya kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dengan motor ini dan dengan ban ini, tapi ini adalah titik awal dengan margin yang lebar untuk perkembangan."

"Saya akan mencoba mentransformasikan duka yang ditimbulkan oleh berpulangnya Fausto Gresini (mantan bos Aprilia yang meninggal karena COVID-19 beberapa waktu lalu), seseorang yang sangat percaya kepada saya, menjadi energi positif."

"Tekad dan hal-hal yang ia ajarkan kepada saya akan menemani saya ke tahap baru di karier saya ini," tukas Savadori.

Baca Juga: Jajal Motor Terbaru Aprilia, Aleix Espargaro: Menjanjikan!

Iannone dijatuhi sanksi empat tahun pada November 2020 setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga memperpanjang hukuman awal 18 bulannya menyusul banding.

Pebalap Italia itu dilarang membalap pada Maret 2020 setelah sampel urinnya, di MotoGP Malaysia pada November 2019, kedapatan mengandung zat steroid anabolik.

Komentar