alexametrics

Sisi Gelap Perkampungan Atlet Olimpiade, Penuh Kondom dan Seks Bebas

Arief Apriadi
Sisi Gelap Perkampungan Atlet Olimpiade, Penuh Kondom dan Seks Bebas
Ring Olimpiade yang berada di markas besar ICO di Lausanne, Swiss. [AFP/Fabrice Coffrini]

Hal itu terjadi di edisi Olimpiade sebelum Tokyo 2020.

Suara.com - Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 telah melarang atlet berhubungan seks selama event berlangsung demi meminimalisir penyebaran infeksi virus Corona.

Melansir Daily Star, Selasa (27/7/2021), panitia telah melarang tos hingga ciuman untuk menghindari adanya kontak fisik antar atlet di luar pertandingan.

Bahkan mereka telah memasang tempat tidur anti-seks yang terbuat dari karton untuk mengesampingkan hubungan seksual.

Aturan itu mengakhiri tradisi Olimpiade yang diketahui dari mulut ke mulut punya sisi gelap. Banyak aktivitas seks yang terjadi di perkampungan atlet.

Baca Juga: Unik, Lifter India Dapat Pizza Gratis Seumur Hidup usai Sabet Perak di Olimpiade Tokyo

Hubungan ranjang yang terjadi baik antara sesama atlet maupun pihak luar sudah menjadi rahasia umum di Olimpaide. Bahkan di Rio de Janeiro 2016, panitia menyediakan 450 ribu kondom wanita dan pria selama acara.

Mantan pemain seluncur salju Jamie Anderson mengamini sisi gelap perkampungan atlet yang dipenuhi aktivitas seks.

"Olimpiade terakhir saya adalah ketika saya pertama kali belajar tentang Tinder. Dan itu adalah tempat terbaik untuk dikunjungi karena semua orang di sana hanyalah sekelompok gadis Olympian yang seksi," kata Jamie Anderson.

Peraih medali emas Olimpiade tiga kali Shaun White juga mengungkap rahasia desa Olimpiade musim dingin 2018, menggambarkannya sebagai "pesta pora, pesta, dan atlet yang bersemangat".

Ketika ditanya apakah dia pernah mendengar tentang pesta pora Olimpiade, White berkata: "Ya."

Baca Juga: 13 Negara dengan Jumlah Atlet Paling Sedikit di Olimpiade Tokyo 2020

Laporan menunjukkan atlet menggunakan lebih dari 150.000 kondom selama Olimpiade, dengan tambahan 20.000 diperlukan pada kompetisi sebelumnya.

Komentar