alexametrics

San Marino Jadi Negara Terkecil yang Sukses Raih Medali Olimpiade

Arief Apriadi
San Marino Jadi Negara Terkecil yang Sukses Raih Medali Olimpiade
Alessandra Perilli dari San Marino menangis saat mendapatkan medali perunggu dari menembak putri yang merupakan medali Olimpiade yang pertama kalinya diraih negara mini di Eropa itu setelah menduduki urutan ketiga dalam menembak nomor trap putri Olimpiade Tokyo di Asaka Shooting Range, Tokyo, Jepang, 29 Juli 2021. (REUTERS/ANN WANG)

San Marino meraih medali perdana Olimpiade lewat Alessandra Perilli yang merengkuh perunggu alam cabang menembak nomor trap putri.

Suara.com - Olimpiade Tokyo 2020 kembali memunculkan kejutan. San Marino, negara berpenduduk paling sedikit di dunia, sukses meraih medali Olimpiade.

Alessandra Perilli memastikan medali perunggu dalam cabang menembak nomor trap putri sehingga menjadi orang pertama yang memperoleh medali Olimpiade di negara berpenduduk 34.000 orang itu.

San Marino menggantikan Bermuda sebagai negara terkecil di dunia yang memperoleh medali emas setelah dua hari lalu Bermuda yang merupakan negara pulau itu mendapatkan emas dari atlet triatlonnya Flora Duffy.

Itu sekaligus merupakan medali kedua sepanjang masa yang diperoleh Bermuda dari Olimpiade.

Baca Juga: 3 Pemain Bulutangkis Ranking 1 Dunia Takluk di Olimpiade Tokyo 2020

San Marino terletak di sebelum utara Italia dan menjadi negara paling kecil penduduknya yang memperoleh medali Olimpiade.

Rekor itu berlaku baik untuk Olimpiade Musim Panas maupun Musim Dingin setelah Liechtenstein yang sudah mengumpulkan 10 medali Olimpiade Musim Dingin.

“Kami melewatkan dua malam tanpa tidur. Kami menyaksikan semuanya secara langsung dan begitu kami tahu dia telah memenangkan medali, kami semua menangis," kata ayah Perilli, Claudio, kepada kantor berita ANSA.

Perilli yang finis keempat dalam Olimpiade 2012 di London tampil lebih baik sembilan tahun kemudian dengan finis di belakang peraih medali emas Zuzana Stefecekova dari Slovakia dan peraih medali perak Kayle Browning dari AS.

“Saat final itu ketika petembak kelima tak lolos, saya pikir, saya tidak mau lagi menduduki posisi keempat, jadi saya harus berhasil,” kata atlet berusia 33 tahun tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Akan Beri Uang Tunai Untuk Rahmat Erwin Abdullah

“Ini medali pertama bagi saya dan negara saya. Kami adalah negara kecil tapi bangga sekali," tambahnya, demikian dilansir Antara dari Reuters.

Komentar