facebook

Olimpiade Tokyo: Saat Dua Remaja Bersahabat Berebut Medali Emas Skateboard

Reky Kalumata
Olimpiade Tokyo: Saat Dua Remaja Bersahabat Berebut Medali Emas Skateboard
Skateboarder putri Amerika Serikat Brighton Zeuner saat berlomba nomor park putri Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Sports Park Skateboarding di Tokyo. Loic VENANCE / AFP

Bryce Wettstein dan Brighton Zeuner keduanya mewakili Amerika Serikat.

Suara.com - Skateboard akan memulai kompetisinya Rabu 4 Agustus ini dengan melombakan nomor park putri sampai perebutan medali emas di Ariake Urban Sports Park, Tokyo, di mana dua remaja putri bersahabat baik akan berebut medali.

Bryce Wettstein yang berusia 16 tahun dan Brighton Zeuner yang berumur 17 tahun, keduanya mewakili Amerika Serikat, adalah lawan sekaligus sahabat dan mereka akan sama-sama memburu medali emas ketiga dari skateboard.

Mengenai skateboard sendiri, kepada Olympics.com, Bryce Wettstein yang warga Encinitas di California, berkata, "saya kira skateboard sejalan dengan indahnya membuka kreativitas di mana pun Anda berada.

Skateboarder putri Amerika Serikat Brighton Zeuner [Antara]
Skateboarder putri Amerika Serikat Brighton Zeuner [Antara]

Wettstein berusaha menggabungkan kalimat yang sesuai dengan kebutuhan pemikiran tertentu dan gadis berusia 16 tahun yang tertarik kepada banyak hal, mulai dari olahraga, musik, sampai puisi.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo: Hari Ini Memperebutkan 17 Medali Emas

Sahabatnya, Brighton Zeuner, adalah salah satu dari mereka yang paling sering mendorong Wettstein dan entah bagaimana kedua remaja bersahabat yang mewakili AS ini datang ke Tokyo sebagai sesama Olimpian yang mencampurbaurkan rekan satu tim dengan sekaligus lawan di arena skateboard.

“Setiap hari kami berseluncur bersama,” kata Zeuner yang berusia 17 tahun tentang menjadi sahabatnya Wettstein.

"Kami tidak berniat mengikuti Olimpiade ketika kami pertama kali bermain skateboard. Jadi saya kira ini sungguh keren. Bryce dan saya pasti dapat menghubungkan banyak hal dengan perjuangan dan hal-hal baik tentang bersaing dalam skateboard," sambung Zeuner seperti ditulis laman Olympics.com seperti dimuat Antara.

Zeuner memang mengakui ada persaingan sehat di antara mereka berdua, antara sahabat dan lawan, tapi dia menyatakan, "tidak satu pun dari kami mau benar-benar mengakui persaingan sehat itu."

Dalam nomor park, skateboarder harus menaklukkan serangkaian tantangan termasuk gundukan beton. Sulit untuk ditaklukkan tapi setiap skateboarder selalu memiki caranya sendiri untuk menaklukkannya.

Baca Juga: Simone Biles Anggap Perunggu Lebih Berarti daripada Emas

“Gaya setiap orang itu berbeda, seperti sidik jarinya,” kata Wettstein. "Setiap orang itu istimewa. Begitu itu keluar maka sungguh ajaib dan indah."

Komentar