alexametrics

Kecelakaan di Monza, Mobil Lewis Hamilton Diperiksa Lebih Lanjut

Arief Apriadi
Kecelakaan di Monza, Mobil Lewis Hamilton Diperiksa Lebih Lanjut
Pebalap Mercedes Lewis Hamilton tertimpa mobil pebalap Red Bull Max Verstappen di Sirkuit Monza, GP Italia, Minggu (12/9/2021). [AFP]

Mobil Mercedes Lewis Hamilton ringsek setelah terlibat kecelakaan dengan pebalap Red Bull, Max Verstappen.

Suara.com - Tim Mercedes akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi power unit dan gearbox mobil Lewis Hamilton pasca kecelakaan di F1 GP Italia pada Minggu (12/9/2021).

Melansir dari Crash, Jumat (17/9/2021), sayap belakang dan roll hoop mobil W12 Lewis Hamilton terkena dampak besar akibat kecelakaan yang melibatkan pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen.

Ban belakang RB16 milik Verstappen menghantam bagian depan mobil Lewis Hamilton, termasuk perangkat Halo dan helmnya.

Dalam video tanya-jawab pasca-balapan, direktur teknik trackside Mercedes Andrew Shovlin mengungkapkan analisis awal menunjukkan mesin mobil Hamilton terhindar dari kerusakan.

Baca Juga: Diwarnai Insiden Verstappen - Hamilton, Daniel Ricciardo Menangi F1 GP Italia

Namun, pemeriksaan lebih lanjut akan tetap dilanjutkan untuk melihat kondisi sebenarnya dari power unit dan gearbox.

"Kami memiliki sedikit waktu dengan mobilnya sebelum meninggalkan sirkuit untuk membuat penilaian cepat. Sayap belakang rusak cukup parah, Anda akan melihat seberapa jauh yang penyok saat tabrakan," jelas Shovlin.

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton tertimpa mobil pebalap Red Bull Max Verstappen di Sirkuit Monza, GP Italia, Minggu (12/9/2021). [AFP]
Pebalap Mercedes Lewis Hamilton tertimpa mobil pebalap Red Bull Max Verstappen di Sirkuit Monza, GP Italia, Minggu (12/9/2021). [AFP]

"Ada sedikit kerusakan dangkal di sekitar sayap dan floor mobil, tetapi sebagian besar dampak diambil oleh area roll hoop dan Halo itu sendiri."

"Itu terjadi dengan sangat buruk. Tinjauan sekilas pada PU terlihat baik-baik saja dan gearboxnya akan kita lihat lebih banyak lagi ketika kembali ke sini. Tapi seperti yang saya katakan, sebagian besar terbatas pada Halo dan area roll hoop."

Bos Mercedes Toto Wolff mengatakan Lewis Hamilton tidak perlu mengganti mesin seperti yang dilakukan Valtteri Bottas jelang F1 GP Italia, yang membuat pebalap Finlandia itu terkena penalti dan harus menjalani balapan dari posisi buncit.

Baca Juga: Valtteri Bottas Juarai Sprint Race di Monza, Verstappen Perlebar Jarak

Pergantian gearbox atau power unit bisa dibilang sangat berisiko untuk Lewis Hamilton yang saat ini tengah bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dengan Max Verstappen.

Verstappen saat ini menduduki puncak klasemen F1 2021 dengan 226,5 poin, sementara Lewis Hamilton menguntit di posisi kedua dengan 221,5 poin.

"Ini bukan keharusan mutlak karena kami masih berjalan dengan sangat nyaman dengan unit daya ini. Ini adalah keputusan yang dapat dibuat kapan saja, tetapi saat ini kami merasa itu tidak perlu," ujar Wolff.

Wolff juga memuji Halo karena menyelamatkan Hamilton dari cedera serius atau kematian setelah juara dunia tujuh kali itu meninggalkan insiden itu hanya dengan cedera leher setelah roda Verstappen mengenai helmnya.

"Saya senang untuk mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Dia mengalami sakit leher, Anda akan melihat di foto seberapa jauh dia terdorong ke depan selama insiden itu tetapi dia punya sedikit waktu untuk pulih," kata Wolff.

Penulis: Jacinta Aura Maharani

Komentar