Sikap Carel itu disambut tepuk tangan meriah dari orang yang berada di dalam arena.
Meski gagal mengangkat besi 200 kilogram, Carel sudah menasbihkan dirinya menjadi juara angkat besi kelas 190 kilogram. Pada hari itu, angkatan terbaiknya adalah 148 kilogram untuk snatch dan 185 kilogram untuk clean and jerk dengan total angkatan 333 kilogram.
Carel pun dikalungkan medali emas di akhir perlombaan itu. Setelah penobatan selesai, Carel langsung diserbu kaum hawa.
Banyak wanita mengantre meminta untuk berfoto bersamanya. Carel bahkan sampai harus dibujuk panitia untuk segera melakukan tes doping usai berlomba.
"Nanti ya, habis ini (berfoto)," kata Carel kepada mereka yang ingin berfoto sambil melemparkan senyum.
Usai menjalani tes doping, kepada Suara.com Carel mengaku sudah memrediksi keberhasilannya ini. Pasalnya saat latihan terakhir, total angkatannya sudah melewati angka 333 kilogram.
"Sesuai prediksi sih, cuma mungkin ada beberapa hal yang nonteknis ya. Mungkin karena otot saya menjelang pertandingan agak tegang," tutur Carel.
Menurut Carel, ada sejumlah faktor yang membuatnya tidak lebih baik ketika latihan. Misalnya, asupan makanan yang kurang dan kenyamanan saat beristirahat.
"Saya biasa di bandung itu makan daging sekitar 800 gram-1 kilogram perhari. Di sini saya gak bisa ketemu itu," ucapnya.
"Jadi begitu datang ke PON ini idealisme saya sedikit turun, akhirnya saya emang harus terima. Tapi gimana caranya juga saya harus berjuang apapun kondisinya," tambahnya menjelaskan.
Mengenai dukungan dari para kaum hawa di arena, Carel mengaku senang. Namun, ia tak mau terlalu terbuai karena banyaknya fans dadakan itu.
"Ya itu sih faktor tambahan saja ya," ucap Carel.
Di tengah sesi wawancara, suara Carel mendadak berat dan bergetar. Rupanya ia teringat pada 8 Oktober lalu anaknya baru berulang tahun yang keenam.
Ia pun mendedikasikan kemenangannya ini untuk buah hatinya yang ditinggal di Bandung, rumahnya itu.
"Motivasi tambahan itu kemarin anak saya baru ulang tahun. Jadi mungkin ini untuk kado ulang tahun ya," pungkasnya.