alexametrics

Piala Davis: Daniil Medvedev dan Rublev Antar Rusia ke Semifinal

Reky Kalumata
Piala Davis: Daniil Medvedev dan Rublev Antar Rusia ke Semifinal
Petenis Rusia, Daniil Medvedev. [Vincenzo PINTO / AFP]

Tim Rusia menang 2-0 atas Swedia

Suara.com - Daniil Medvedev membawa tim Rusia ke semifinal Piala Davis melawan Jerman setelah mengalahkan petenis Swedia Mikael Ymer 6-4, 6-4, Jumat (3/12/2021) WIB, dengan kemenangan tak tergoyahkan 2-0 dalam pertandingan tersebut.

Petenis peringkat lima dunia Andrey Rublev sebelumnya mengalahkan kakak Ymer, Elias Ymer, 6-2, 5-7, 7-6(3).

Medvedev, petenis nomor dua dunia, melakukan servis pada kedudukan 5-2 pada set kedua tetapi mengalami break dari servis.

Ymer, yang sempat unggul 4-3 pada set pertama, kemudian mempertahankan servis sebelum Medvedev mengumpulkan kekuatannya sendiri dan menutup pertandingan dengan sebuah ace yang membuat Rusia berhadapan dengan Jerman.

Baca Juga: Piala Davis: Novak Djokovic Bawa Serbia ke Semifinal

"Hari ini saya seharusnya melakukan servis lebih baik tetapi sangat senang membawa poin untuk tim," kata Medvedev yang berusia 25 tahun, dikutip Antara dari Reuters.

"Madrid merasa seperti di rumah sendiri, kami memenangi banyak pertandingan. Kami mengalahkan Spanyol beberapa hari yang lalu, jadi saya pikir itu adalah dorongan kepercayaan diri yang besar untuk mengalahkan favorit tuan rumah. Selalu menyenangkan mengalahkan seseorang di kandang di negara mereka."

Rublev harus menghadapi serangan balik yang jauh lebih bersemangat dari Ymer yang lebih tua sebelum menang dalam dua jam 10 menit.

Petenis Rusia itu melaju melalui set pertama dalam 26 menit, mengonversi dua dari tiga break point.

Namun, dia mengalami kesulitan di set kedua, dipatahkan oleh petenis Swedia itu saat melakukan servis untuk mempertahankan kemenangan empat gim berturut-turut untuk menyamakan kedudukan.

Baca Juga: Piala Davis: Tekuk Inggris, Jerman Amankan Tempat di Semifinal

Ymer yang berusia 25 tahun, peringkat 171 dunia, membawa momentum itu ke set ketiga sementara Rublev tampak frustrasi.

Komentar