facebook

Dengarkan AC/DC dan Guns N' Roses, Ritual Petenis Putri Peringkat Satu Dunia Sebelum Tanding

Rully Fauzi
Dengarkan AC/DC dan Guns N' Roses, Ritual Petenis Putri Peringkat Satu Dunia Sebelum Tanding
Petenis Polandia, Iga Swiatek. [Thomas SAMSON / AFP]

Siapa sangka Swiatek yang dikenal lembut bertutur kata dan rendah hati ternyata penggemar hard rock.

Suara.com - Iga Swiatek dianggap sebagai salah satu petenis yang paling lembut bertutur kata dan paling rendah hati di sektor putri, namun siapa sangka atlet berusia 21 tahun itu ternyata selalu bersiap menghadapi sebuah pertandingan dengan mendengarkan suara gitar listrik, drum, dan hard rock yang di antaranya dari band AC/DC, Guns N 'Roses, hingga Led Zeppelin.

Petenis putri peringkat satu dunia asal Polandia itu menghancurkan Daria Kasatkina pada Kamis (2/6/2022) untuk memperpanjang kemenangan berturut-turutnya menjadi 34 pertandingan, untuk mencapai final French Open.

Swiatek biasanya masuk lapangan dengan mengenakan headphone dengan memenuhi isi kepalanya dengan suara musik rock yang mendebarkan.

"Ada sejumlah band yang saya dengarkan sebelum bertanding," ungkap  Swiatek seperti dilansi BBC, Jumat (3/6/2022).

Baca Juga: Prediksi Belgia vs Belanda, Derbi Panas di UEFA Nations League

"AC/DC, Guns N 'Roses,  Led Zeppelin, mereka selalu tiga band yang sungguh sempurna untuk situasi ini," sambung petenis cantik itu.

"Jadi, saya menggunakan musik agar memiliki sesuatu yang membuat otak saya sibuk dan santai sebelum bertanding. Tetapi juga ketika saya ingin lebih enerjik, musik sangat membantu saya."

Petenis Polandia itu mengaku sudah berusaha menurunkan ekspektasinya sendiri sebelum tiba di Roland Garros, di mana dia memenangi gelar Grand Slam perdananya tanpa kehilangan satu set pun saat masih menjadi petenis remaja.

"Awalnya itu sangat sulit dan tidak berhasil," kata Swiatek .

"Jadi tatkala saya melewati situasi sulit, itu membuat agak semakin mudah karena saya merasa seperti sudah menuntaskan tugas minimum yang saya kira bisa saya lakukan di sini."

Baca Juga: Top 5 Sport: Di Bawah 10 Ronde, Daud Yordan Siap Pukul KO Panya Uthok

"Saya tak bisa memupus ekspektasi itu sepenuhnya, tapi saya berusaha menerimanya, bahwa ekpekstasi-ekspektasi itu akan ada di sana dan itu akan membuat saya lebih stres lagi."

Juara French Open 2020 itu didampingi seorang psikolog olahraga dan menyanjung Daria Abramowicz karena telah membantunya menjadi semakin kuat secara mental dalam menangani keberhasilan dan kegagalan.

"Saya berusaha tidak menahannya dan saya berusaha berbicara dengan seluruh tim soal ini," tutur Swiatek.

"Jadi, Daria pasti sangat membantu, karena dia di sekitarnya dan dia mengenal saya cukup baik. Dia juga tahu bagaimana membimbing saya dalam hal menemukan solusi tepat bagi saya agar lebih santai," tukasnya.

Di final French Open 2022 yang akan dihelat Sabtu (4/6/2022) WIB di Court Philippe-Chatrier, Paris, Prancis, Iga Swiatek akan menghadapi petenis 18 tahun asal Amerika Serikat, Coco Gauff.

Komentar