Tak Setuju dengan Anggapan Honda yang Menyebut MotoGP Mulai Monoton, Dani Pedrosa: Sekarang Semua Punya Peluang

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Kamis, 16 Juni 2022 | 16:55 WIB
Tak Setuju dengan Anggapan Honda yang Menyebut MotoGP Mulai Monoton, Dani Pedrosa: Sekarang Semua Punya Peluang
Mantan pebalap MotoGP yang kini menjadi pebalap penguji KTM, Dani Pedrosa. [Instagram@ktmfactoryracing]

Suara.com - MotoGP telah mencapai tahap di mana sebagian besar tim independen memiliki motor pabrikan, yang meningkatkan tingkat kompetitif di grid kelas utama.

Hal ini sempat ramai diperbincangkan. Tim pabrikan Honda pun sempat melontarkan kritik ke pihak penyelenggara karena balapan yang terlalu ketat sehingga minim aksi saling overtake.

Dilansir dari Motorcycle Sports, eks pembalap Honda, Dani Pedrosa tak setuju dengan kritik tersebut.

Pembalap penguji KTM ini berujar bahwa MotoGP kini lebih seru karena semua punya peluang untuk tampil kompetitif.

Diminta untuk memilih pembalap atau sekelompok pembalap yang berpotensi menang, dalam sebuah wawancara dengan sponsor, pembalap Spanyol itu menjawab:

Mantan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. [AFP/Jose Jordan]
Mantan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. [AFP/Jose Jordan]

"Itu tergantung pada bagaimana Anda melihatnya. Jika Anda melihatnya dari sudut pandang kejuaraan, itu bagus karena Anda dapat memiliki sepeda satelit yang menang, yang sangat bagus untuk sponsor yang tidak dapat menjangkau audiens seperti yang dapat dilakukan oleh tim pabrik," tutur eks rekan setim Marc Marquez ini.

"Ini bagus untuk mekanik dan orang-orang yang terlibat dengan tim non-pabrik itu, mereka dapat memenangkan balapan," lanjutnya.

"Pada saat yang sama, itu bagus untuk orang-orang Moto2 yang naik ke MotoGP dan tidak segera memiliki motor pabrikan karena mereka tahu mereka memiliki kesempatan untuk memenangkan balapan dengan tim satelit mereka," imbuhnya lagi.

"Dari sudut pandang pengendara, itu tidak begitu baik karena memiliki situasi yang tidak terduga ini agak aneh. Ketika Anda bersiap untuk balapan, menghabiskan sepanjang minggu tidur nyenyak dan memusatkan pikiran Anda, dan Anda berakhir dengan hasil yang buruk, terkadang sangat sulit untuk memahami mengapa ini terjadi," pungkasnya.

Baca Juga: Tugas Berat Hadi Tjahjanto setelah GP Mandalika, Selesaikan Masalah Sengketan Lahan dan IKN

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI