- Hong Kong Cyclothon 2025 kembali hadir 30 November dengan rute ikonik Victoria Harbour.
- Mark Cavendish, pemenang 35 etape Tour de France, turut memeriahkan rangkaian acara.
- Gelaran ini dilengkapi Cyclothon Carnival berisi workshop olahraga, hiburan, dan kuliner.
Suara.com - Hong Kong kembali menegaskan diri sebagai salah satu destinasi wellness paling menarik di Asia. Dengan kombinasi energi kota besar, udara musim gugur yang sejuk, serta jalur tepi laut yang tertata indah, kota ini menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa pun yang ingin menikmati aktivitas luar ruang.
Momentum itu akan terasa semakin kuat ketika Sun Hung Kai Properties Hong Kong Cyclothon 2025 resmi digulirkan pada 30 November.
Selama sehari penuh, kawasan pusat kota akan berubah menjadi arena balap sepeda raksasa yang mempertemukan atlet profesional, pesepeda hobi, hingga pengunjung yang ingin menikmati suasana sport tourism.
Sebagai event bersepeda terbesar di Hong Kong, ribuan peserta akan melaju berdampingan di salah satu lanskap urban paling fotogenik di dunia—Victoria Harbour.
Panoramanya yang sinematik selalu menjadi daya tarik utama Cyclothon, menjadikan ajang ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga pengalaman visual.
Tak hanya balapan, Cyclothon Carnival di West Kowloon Cultural District menjadi ruang bagi pengunjung menikmati aktivitas wellness dan hiburan.
Beragam workshop akan dipandu instruktur profesional, mulai dari latihan klasik hingga olahraga yang sedang naik daun.
Peserta bahkan dapat mencoba penny-farthing, sepeda beroda tinggi era Victoria, serta mencicipi olahraga raket modern seperti padel.
Energi festival juga dijaga lewat sesi peregangan, Zumba, serta pertunjukan musik jalanan yang menciptakan atmosfer santai sepanjang hari.
Baca Juga: Sejarah Baru! UCI Road World Championships Hadir Pertama Kali di Afrika
Area kuliner menghadirkan kopi, gelato, bir, dan camilan dari vendor lokal, sementara stan bertema olahraga menawarkan perlengkapan dan teknologi terbaru dari brand internasional maupun lokal.
Mark Cavendish Jadi Tamu Istimewa
Menyitat laman Discover Hong Kong, Cavendish akan hadir sebagai tamu. Dia bakal berbagi pengalaman sebelum balapan dimulai.
Mark Cavendish merupakan mantan pembalap sepeda Inggris dengan karier yang dianggap salah satu terbaik di era modern.
Sebagaimana menyitat Antara, Cavendish pada akhir tahun lalu menerima Penghargaan Prestasi Seumur Hidup BBC, sebuah pengakuan atas pencapaiannya yang luar biasa selama hampir dua dekade berkarier.
Dalam pernyataannya kepada BBC—yang dikutip dari laman resmi Olimpiade—peraih medali perak Rio 2016 mengaku sangat bangga mendapat penghargaan tinggi itu.
“Ini adalah perasaan yang luar biasa, sungguh suatu kehormatan. Saya telah berkendara selama 20 tahun dan telah melakukan semua yang saya bisa, sehingga mendapatkan penghargaan ini adalah sesuatu yang sangat, sangat istimewa," katanya.
“Saya sangat beruntung telah melakukan semua yang ingin saya lakukan, dan bangga bahwa itu lebih dari yang telah dilakukan banyak orang lain.”
Sepanjang perjalanan kariernya, Cavendish memperkuat delapan tim berbeda dan mencatatkan prestasi langka: menjuarai klasifikasi poin di ketiga grand tour — dua kali di Tour de France, satu kali di Giro d’Italia, dan satu kali di Vuelta a Espana.
“Saya selalu bermimpi agar nama saya sejajar dengan orang-orang hebat yang saya saksikan saat tumbuh dewasa. Warisan itu penting, kebanyakan orang ingin dikenang karena sesuatu," kata Cavendish.
“Merupakan suatu kehormatan jika Anda dikenang karena sesuatu, bukan hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi juga untuk anak-anak Anda dan generasi berikutnya serta untuk inspirasi lebih dari apa pun.”
Cavendish mengakhiri kariernya dengan cara yang manis. Ia menutup musim terakhirnya dengan kemenangan pada Tour de France Criterium di Singapura pada 10 November 2024. Di balapan itu, Cavendish disambut penghormatan emosional dari para pembalap lain yang mengangkat roda depan mereka sebelum start.
Sebagai pemegang rekor 35 kemenangan etape Tour de France, Cavendish menuntaskan balapan criterium sepanjang 2,3 km dengan total 25 lap tersebut sebagai pemenang—sebuah penutup karier yang indah bagi sang Manx Missile.