Naomi Osaka Curhat Sulitnya Jadi Petenis Profesional Sekaligus Ibu

Irwan Febri Suara.Com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 11:50 WIB
Naomi Osaka Curhat Sulitnya Jadi Petenis Profesional Sekaligus Ibu
Naomi Osaka. (Instagram)
Baca 10 detik
  • Naomi Osaka mengakui tantangan besar dalam menyeimbangkan peran ibu dan atlet profesional setelah kembali aktif di tur WTA.
  • Osaka mengalami lonjakan peringkat signifikan dari posisi 57 ke 16 dunia setelah melahirkan pada Juli 2023.
  • Perannya sebagai ibu mengubah perspektifnya, kini ia tidak lagi mendefinisikan keberhasilan hanya dari hasil pertandingan.

Suara.com - Petenis Jepang Naomi Osaka secara terbuka mengungkap tantangan besar yang ia hadapi dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu dan atlet profesional di level tertinggi.

Osaka mengakui bahwa menjalani dua peran tersebut bukan perkara mudah, terutama setelah kembali berkompetisi penuh di tur WTA.

“Ini jelas sangat sulit,” ujar Osaka, dikutip dari laman resmi WTA, Jumat.

Osaka menyebut momen liburan akhir tahun menjadi periode yang cukup menantang karena ia ingin memaksimalkan waktu bersama putrinya, Shai, di tengah tuntutan latihan dan persiapan musim baru.

“Musim liburan ini juga cukup menantang bagi saya karena saya ingin selalu ada untuknya. Namun, ada kalanya saya harus berlatih atau melakukan hal lain. Saya berharap bisa mengelola dan menyeimbangkannya dengan baik,” kata petenis berusia 28 tahun itu.

Pada musim 2025, Osaka mencatatkan kebangkitan signifikan dengan melonjak dari peringkat 57 dunia ke posisi 16 dunia. Capaian tersebut menjadi penanda bahwa Osaka mampu kembali bersaing di level atas setelah sempat absen panjang.

Menjelang ajang United Cup 2026 di Perth, Australia, Osaka juga mengaku terenyuh saat melihat petenis Swiss Belinda Bencic membawa putrinya yang masih berusia satu tahun ke lapangan latihan.

“Saya melihat Belinda Bencic bersama putrinya di lapangan, dan itu terasa sangat menggemaskan. Momen itu membuat saya teringat pada putri saya,” ujarnya.

Sejak melahirkan pada Juli 2023, Osaka mengakui peran sebagai orang tua telah mengubah cara pandangnya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia kini tidak lagi menempatkan hasil pertandingan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan.

Baca Juga: Breakingnews! Petenis Janice Tjen Mundur dari Semifinal SEA Games 2025

“Dulu saya sangat keras pada diri sendiri dan sering mendefinisikan diri saya dari menang atau kalah. Sekarang saya memiliki perspektif yang lebih luas,” kata Osaka.

Perubahan tersebut dinilai membawa dampak positif terhadap kariernya. Osaka merasa lebih tenang dan fokus dalam menjalani setiap pertandingan.

“Perubahan pola pikir ini sangat membantu perkembangan karier saya. Saya memandang setiap hari sebagai kesempatan baru untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.

Meski tetap berambisi meraih prestasi, Osaka menegaskan bahwa peran terpenting dalam hidupnya saat ini berada di luar lapangan tenis.

“Pada saat yang sama, saya tahu bahwa peran terbesar saya bukan hanya sebagai petenis, tetapi sebagai ibu bagi putri saya,” ucap Osaka.

Pada United Cup 2026, Osaka tergabung di Grup E bersama Yunani dan Inggris. Ia dijadwalkan menghadapi Maria Sakkari pada Jumat (2/1/2026) dan Emma Raducanu pada Minggu (4/1/2026), yang menjadi dua laga tunggal pertamanya di musim baru.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI