- Kejuaraan Taekwondo International Ksatria Nusantara PBTI Series 2026 berlangsung selama tiga hari di GOR Bandung Arena, Jawa Barat.
- Ajang ini diikuti 1.700 atlet dari 18 provinsi untuk berkompetisi dalam kategori pra-kadet, kadet, junior, hingga tingkat senior.
- Kejuaraan berfungsi sebagai wadah pembinaan atlet usia dini serta seleksi nasional untuk mencapai prestasi di level dunia.
Suara.com - Kejuaraan International Ksatria Nusantara PBTI Series Bandung Utama 2026 resmi digelar di GOR Bandung Arena selama tiga hari.
Ajang ini diikuti sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi, menjadikannya salah satu kompetisi taekwondo terbesar tahun ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai penunjukan Bandung sebagai tuan rumah menjadi bukti komitmen dalam pengembangan olahraga.
Ia menegaskan pembinaan dilakukan dari usia dini hingga mencetak atlet berprestasi di level dunia.
“Alhamdulillah, Kota Bandung selama tiga hari menjadi tuan rumah seri keempat kejuaraan taekwondo. Ini menunjukkan komitmen Kota Bandung untuk terus menjadi tempat pengembangan berbagai cabang olahraga,” ujar Farhan, Sabtu (4/7/2026).
Farhan menjelaskan, pembangunan olahraga harus berjalan dari hulu hingga hilir.
Mulai dari membudayakan olahraga di masyarakat hingga melahirkan atlet berprestasi internasional.
Ia juga mengungkapkan, dua atlet pelatnas persiapan Olimpiade berasal dari Bandung, yakni Arjuna dan Meka.
“Olahraga itu dari hulu sampai hilir. Hulunya pembudayaan, hilirnya prestasi kelas dunia,” katanya.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Wakil Ketua Umum PBTI, Mayjen TNI Amrin Ibrahim. Ia menyebut seri Bandung mencatatkan jumlah peserta terbanyak dibandingkan seri sebelumnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas. Antusiasme peserta di Bandung luar biasa, mencapai sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi,” ujar Amrin.
Menurutnya, tingginya partisipasi menunjukkan perkembangan positif taekwondo di Indonesia.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Bandung dalam menyumbang atlet untuk pelatnas.
“Selama ini Jawa Barat menjadi lumbung atlet. Bandung luar biasa karena mampu menyumbang dua atlet untuk pelatnas,” ucapnya.
Sementara itu, Komite Pertandingan PBTI, Charles Christofers, menjelaskan kejuaraan mempertandingkan empat kategori, yakni pra-kadet, kadet, junior, dan senior.
Khusus kategori senior, ajang ini menjadi seleksi menuju pemusatan latihan nasional.
“Kompetisi berlangsung sangat ketat. Sejak kategori kadet para atlet sudah menunjukkan persaingan sengit,” kata Charles.
Ia menambahkan, persaingan di kategori senior diprediksi semakin ketat dengan perebutan delapan medali emas.
Dominasi atlet dari klub-klub Bandung juga menjadi sorotan dalam kejuaraan ini.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet menuju level internasional.
Tingginya partisipasi dan kualitas pertandingan menjadi sinyal positif bagi masa depan taekwondo Indonesia.