PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

Galih Prasetyo, Adie Prasetyo Nugraha

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:07 WIB
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026
Peserta Unity Cup 2026 (dok. Istinewa).
baca 10 detik
  • PB PI Jakarta Selatan menggelar turnamen Unity Cup 2026 di Bango Padel Parc pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Ajang tersebut diikuti oleh 96 pemain serta 16 pemilik lapangan padel dari wilayah Jakarta Selatan.
  • Kegiatan itu bertujuan membangun ekosistem padel berkelanjutan yang mencakup rekreasi, bisnis, dan pembinaan atlet.

Suara.com - Perkembangan olahraga padel di Jakarta Selatan semakin pesat seiring bertambahnya jumlah pemain dan lapangan. Namun, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) Jakarta Selatan tidak ingin pertumbuhan tersebut hanya berhenti sebagai tren gaya hidup.

Melalui Unity Cup 2026, PB PI Jakarta Selatan mulai mendorong terbentuknya ekosistem padel yang lebih luas. Olahraga ini diharapkan bisa berkembang secara beriringan dari sisi rekreasi, bisnis, hingga pelatihan atlet.

Unity Cup 2026 digelar di Bango Padel Parc, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Turnamen perdana tersebut diikuti 96 pemain serta 16 pemilik lapangan padel dari wilayah Jakarta Selatan.

Konferensi Pers Unity Cup 2026 (Suara.com/Adie Prasetyo).
Konferensi Pers Unity Cup 2026 (Suara.com/Adie Prasetyo).

Konsep yang diusung dalam ajang tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Unity Cup 2026 juga menjadi ruang untuk mempertemukan komunitas, pemilik lapangan, pelaku usaha, dan para pegiat padel.

Ketua Umum PB PI Jakarta Selatan, Ahmad Rizki Sadig, melihat perkembangan padel saat ini sebagai momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, menjamurnya lapangan dan meningkatkan jumlah pemain harus diikuti dengan tujuan yang lebih besar.

"Jangan sampai lupa bahwa ada tujuan-tujuan lain yang bisa di-create di dalam ber-Padel ini. Tidak hanya berolahraga. Sekarang ini semuanya masih bersifat berjalan sendiri-sendiri sebagai sebuah gaya hidup," ujar Rizki Sadig di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Oleh karena itu, PB PI Jakarta Selatan ingin menyatukan berbagai elemen yang selama ini ikut menggerakkan padel olahraga. Sinergi antara pemain, klub, pemilik lapangan, hingga pelaku bisnis dinilai penting agar perkembangan olahraga tersebut memiliki arah yang jelas.

“Dengan adanya PB PI ini ingin akomodasi, mewadahi semua kepentingan. Bisnisnya jalan, hobinya jalan, prestasinya juga jalan, saya kira begitu,” ujarnya.

Menurut Rizki Sadig, keberadaan klub dan lapangan padel juga dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem pelatihan yang lebih dekat dengan para pemain. Dengan demikian, proses pencarian dan pengembangan atlet tidak hanya bergantung pada organisasi di tingkat pusat maupun daerah.

baca juga

Ia berharap para pemilik lapangan dan klub dapat mengambil peran lebih besar dalam menciptakan program latihan secara rutin. PB PI Jakarta Selatan nantinya ikut memberikan arahan dan aturan, sementara pelaksanaan pelatihan dapat berjalan di masing-masing klub.

“Harapannya, klub-klub ataupun pemilik-pemilik lapangan juga bisa memproduksi atlet-atlet itu. Jadi pelatihan-pelatihan tidak hanya dikoordinir oleh pengurus atau perkumpulan PB PI, tapi juga di-drive, kita memberikan aturan, memberikan pengarahan, tapi pelaksanaan teknisnya secara rutin itu bisa dilaksanakan di klub-klub,” jelas dia.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Waketum 1 PB PI Pusat, Mochtar Sarman. Ia menilai PB PI Jakarta Selatan menjadi salah satu pengurus kota yang aktif membangun komunikasi dengan komunitas serta pelaku usaha padel.

"Saya terus terang sangat terkejut. Ini salah satu hasil kerja keras dari Ketua Jakarta Selatan dan tim ya. Ini salah satu yang paling agresif dari pengurus kota ya, yang pertama kali melakukan silaturahmi juga dengan para pengurus, pemilik Padel, dan melakukan kegiatan pengumpulan dan kompetisi seperti ini," ungkap Mochtar.

Bagi PB PI Jakarta Selatan, Unity Cup 2026 bukan sekadar turnamen perdana. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi agar perkembangan padel memiliki manfaat yang lebih luas.

Pertumbuhan olahraga padel diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha sekaligus menciptakan ruang pelatihan bagi para atlet. Dengan ekosistem yang semakin kuat, padel juga berpeluang menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu membawa nama Indonesia ke level internasional.

PB PI Jakarta Selatan pun ingin menjaga agar tren positif tidak hanya berlangsung sesaat. Sinergi antara komunitas, klub, pemilik lapangan, dan pelaku bisnis diharapkan menjadi modal untuk membawa olahraga tersebut tumbuh secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Asian Games 2026, Atlet Terbaik Indonesia Bakal Unjuk Gigi di Grand Final IPL S2

Jelang Asian Games 2026, Atlet Terbaik Indonesia Bakal Unjuk Gigi di Grand Final IPL S2

Sport | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Eza Lubis Bangun Konten Olahraga, Padukan Karier Perbankan dan Dunia Kreator Digital

Eza Lubis Bangun Konten Olahraga, Padukan Karier Perbankan dan Dunia Kreator Digital

Sport | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Sumbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II

Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi

Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam

Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB

×