- Cuaca buruk dan Topan Surigae di Jepang mengganggu pelaksanaan Asian Games 2026 dengan menunda berbagai pertandingan.
- Tim cricket putra Afghanistan tersingkir tanpa bertanding karena lapangan terendam air dan panitia tidak memiliki jadwal cadangan.
- Cabang olahraga tenis dan selancar turut terdampak penundaan serta perubahan jadwal akibat hujan deras dan kondisi ombak.
Suara.com - Asian Games 2026 di Jepang menghadapi persoalan serius akibat cuaca buruk.
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah membuat beberapa pertandingan harus ditunda, bahkan ada tim yang kehilangan kesempatan bertanding dan dinyatakan tersingkir karena lapangan terendam air.
Drama tersebut terjadi pada cabang olahraga cricket putra.
Dua pertandingan perempat final yang mempertemukan Pakistan kontra Hong Kong serta India melawan Afghanistan di Korogi Athletic Park tidak dapat digelar karena kondisi lapangan yang tergenang.
Panitia tidak memiliki jadwal cadangan untuk menggelar pertandingan tersebut. Alhasil, Pakistan dan India berhak melaju ke semifinal berdasarkan peringkat yang berlaku.
![Persiapan Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Anjlok dari Rp389 Miliar ke Rp81 Miliar! [Dok. aichi-nagoya2026.org]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/56965-logo-asian-games-2026.jpg)
Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi Afghanistan. Mereka harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Asian Games 2026 tanpa sempat bertanding melawan India.
Situasi tersebut terasa semakin menyakitkan karena Afghanistan pernah mengalami kejadian serupa pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China.
Saat itu, pertandingan final cricket antara India dan Afghanistan juga dibatalkan akibat hujan.
Medali emas pada akhirnya diberikan kepada India berdasarkan peringkat.
Kini, Afghanistan kembali kehilangan kesempatan bertanding di ajang Asian Games akibat persoalan cuaca.
"Kami sangat ingin bermain melawan India karena para pemain sedang dalam performa bagus. Namun, sayangnya hujan menghancurkan semuanya," kata atlet Afghanistan, Mohammad Akram.
Hujan deras juga mengacaukan jadwal sejumlah cabang olahraga lain.
Tenis menjadi salah satu olahraga yang paling terdampak karena beberapa pertandingan di Higashiyama Park Tennis Centre harus ditunda atau mengalami perubahan jadwal.
Pertandingan debut unggulan pertama putri, Alexandra Eala, melawan Patcharin Cheapchandej juga ikut mengalami perubahan jadwal.
Kondisi tersebut membuat para atlet dan tim harus menyesuaikan kembali persiapan mereka.
Gangguan serupa terjadi pada cabang olahraga selancar.
Kondisi ombak yang tidak memungkinkan membuat sejumlah pertandingan di Taiheiyo Long Beach, wilayah tenggara Nagoya, harus dihentikan sementara.
Sejumlah pertandingan final perebutan medali yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada hari terakhir Asian Games 2026, 29 September, juga terancam kembali terganggu apabila cuaca buruk berlanjut.
Reuters melaporkan bahwa Topan Surigae telah mencapai Prefektur Okinawa di Jepang bagian selatan dan diperkirakan bergerak menuju wilayah Jepang bagian tengah serta Tokyo.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan hujan deras dan angin kencang yang dapat kembali mengganggu agenda Asian Games.
Sebelumnya, Topan Dujuan juga sempat memaksa pertandingan berkuda di Tokyo dihentikan pada pekan pertama penyelenggaraan.
Asian Games 2026 memang berpusat di Nagoya dan Prefektur Aichi, tetapi sejumlah cabang olahraga digelar di Tokyo dan Osaka.