Sukabumi.suara.com - Polsek Tanjung Duren menangkap pembuang bayi perempuan yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di gerobak sampah kawasan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (24/8/2022).
Pelaku yang merupakan ibu dari bayi malang tersebut diduga tega membuang bayinya lantaran takut ketahuan bahwa telah hamil di luar nikah.
Saat ini yang diamankan oleh pihak kepolisian baru ibu bayi. Muharom melanjutkan, pihaknya juga telah memeriksa kondisi R. Hingga saat ini, R masih mendalami pemeriksaan terkait perkara ini.
“Nanti kita buktikan apakah ini keguguran atau melahirkan kemudian bayinya meninggal. Juga ada visum dan otopsi ya,” jelas Muharom.
Awalnya penjaga kostan, Anjar (33) mengatakan kejadian bermula ketika tukang sampah penghuni kost datang untuk mengangkut sampah-sampah di sana.
Saat semua berjalan seperti biasa, namun saat di tempat pembuangan sementara, timbul kecurigaan petugas sampah tersebut dengan sebuah kantong plastik hitam.
Dari bungkusan tersebut terlihat potongan daster yang mencuat sedikit keluar. Saat di periksa, kantong tersebut berisi bayi wanita yang sudah tewas terbungkus dengan daster dan celana dalam.
Kejadian itu langsung dilaporkan petugas tersebut ke pihak RT setempat, kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian.
Setelah diselidiki, ternyata ibu dari seorang bayi tersebut bernama Regina. Regina sendiri baru memulai kos ditempat kejadian sekitar 2 bulan lamanya.
Baca Juga: Minum Sambil Berdiri Dapat Berdampak Buruk, Ini Alasannya
“Dia di sini sama pacarnya, cuma dia ngekos baru, baru mau jalan 2 bulan, berarti kan dia hamil dr luar dulu dong,” kata Anjar, saat ditemui di lokasi, Tomang, Jakarta Barat, Selasa (30/8/2022).
Pada Senin (29/8/2022) Anjar baru mengetahui bahwa Regina yang merupakan pelaku pembuangan bayi setelah petugas kepolisian menciduknya.
Saat diciduk polisi, diketahui hanya Regina sendiri yang berada di lokasi. Lantaran pacarnya sedang bekerja di salah satu ojek online.
“Pacarnya sempet dihubungin tapi bilang kalau lagi bawa penumpang, jauh. Terus dihubungin lagi katanya bakal pulang. Pas dihubungin ketiga kali malah gak aktif,” tutur Anjar.