Sukabumi.suara.com – Tambang batubara yang berada di Kawasan Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawalunto, Sumatera Barat meledak. Ledakan tersebut terjadi pada Jumat (9/12/2022) sekitar pukul 08.30 WIB, diduga ledakan tersebut berasal dari gas metana yang dihasilkan dari batubara.
Berita mengenai ledakan tambang batubara tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat Herry Martinus. Herry mengatakan jika ledakan terjadi pada Jumat pagi sekira pukul 08.30 WIB. Petugas yang berwenang hingga siang tadi masih berusaha untuk bisa mengevakuasi seluruh pekerja tambang yang terjebak.
13 korban sudah berhasil di evakuasi dan untuk saat ini sedang berada di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Kota Sawahlunto. Berdasarkan dengan laporan yang didapat terdapat 14 orang yang tertimbun di dalam lubang tambang bawah tanah milik PT Nusa Alam Lestari. Para korban tertimbun di dalam lubang tambang dengan kedalaman kurang lebih 200 meter.
"Diperkirakan para pekerja lubang tambang yang masih terkurung di dalam lubang berada pada kedalaman lebih kurang 200 meter," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis.
Diketahui jika lokasi tambang batubara tersebut memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga menghambat proses evakuasi para korban. Dilansir dari CNN Indonesia jika ledakan tersebut terjadi akibat adanya kebocoran gas metan, sehingga menimbulkan ledakan. Tim SAR melakukan evakuasi dengan menggunakan exhaust fan, untuk mengeluarkan gas beracun dari area tambang bawah tanah tersebut.
Hingga berita ini ditulis terkonfirmasi dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat Rumainur, sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 4 lainnya mengalami luka bakar. Untuk satu orang korban lainnya masih terus dicari oleh petugas.