Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap, Gara-gara Tolak Beri Sanksi ke Rusia?

Sukabumi

Selasa, 09 Mei 2023 | 19:07 WIB
Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap, Gara-gara Tolak Beri Sanksi ke Rusia?
Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (Tangkapan layar YouTube)

Sukabumi.suara.com - Imran Khan, mantan perdana menteri Pakistan telah ditangkap selama sidang di Islamabad, ibukota Pakistan.

Partai Pakistan Tehreek-e-insaf (PTI) telah membagikan video penangkapan Imran Khan oleh pasukan keamanan dengan perlengkapan anti huru hara.

Mereka membawa pria berusia 70 tahun itu menggunakan sebuah van.

"Imran Khan telah ditangkap dalam kasus Qadir Trust," ungkap polisi Islamabad di akun Twitte resmi, merujuk pada kasus korupsi.

Imran Khan pun mengatakan dirinya "siap masuk penjara" dalam sebuah video sebelum dirinya ditangkap.

Khan juga berkata dalam video sebelum dirinya berangkat ke Islamabad bahwa "tidak perlu membawa polisi, Rangers dan tentara untuk menangkap saya."

"Jika seseorang memiliki surat perintah, mereka dapat menunjukkannya kepada saya dan tik kuasa hukum saya dan saya akan menyerahkan diri. Saya siap masuk penjara," katanya sebelum meninggalkan rumahnya di timur kota Lahore.

Aljazeera melaporkan bahwa situasi genting berkembang usai Imran Khan ditangkap.

Ketika laporan penangkapan Imran Khan menyebar ke seluruh negeri, pengunjuk rasa turun ke jalan.

baca juga

"Inspektur Jenderal Polisi Islamabad mengatakan bahwa siapa pun yang datang untuk memprotes harus ditangkap," lapor Aljazeera.

Pengacara Khan mengatakan Rangers telah memukul kepala dan bahkan menendang kliennya.

"Rangers masuk secara paksa dan mendobrak pintu dan jendela. Mereka mengambil Imran Khan dari kursi rodanya, memukul kepalanya dan menendangnya," ujar Gohar Ali Khan dalam sebuah tayangan video di akun media sosial. Dia mendampingi kliennya di Pengadilan Tinggi Islamabad.

Berbeda dengan yang disampaikan oleh akun Twitter @/yo2thok - akun pemerhati perang Rusia-Ukraina - bahwa Khan digulingkan dalam sebuah kudeta yang didukung oleh Amerika Serikat.

Khan juga dibilang telah menolak memberikan sanksi kepada Rusia.

"Khan digulingkan dalam kudeta yg didukung AS, setelah dia menolak untuk tunduk pada perintah Gedung Putih untuk memberikan sanksi kepada Rusia - dia didakwa dengan berbagai tuduhan termasuk penghasutan, korupsi, dan terorisme, tetapi dia menyangkal semua tuduhan tersebut," tulis akun tersebut. (Aljazeera)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Melaksanakan Salat IdulFitri 1 Syawal 1444 Hijriah Di Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Melaksanakan Salat IdulFitri 1 Syawal 1444 Hijriah Di Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Sukabumi | Sabtu, 22 April 2023 | 08:03 WIB

Efek Adu Banteng, Kecelakaan 4 Kendaraan di Sukalarang Sukabumi

Efek Adu Banteng, Kecelakaan 4 Kendaraan di Sukalarang Sukabumi

Sukabumi | Rabu, 19 April 2023 | 08:37 WIB

Prabu Mahardika D Pemuda Sukabumi Siap Maju Sebagai Ketua GMNI Bandung

Prabu Mahardika D Pemuda Sukabumi Siap Maju Sebagai Ketua GMNI Bandung

Sukabumi | Senin, 17 April 2023 | 13:40 WIB

Pria Sukabumi Pelaku Korban Begal Palsu, Uang Istri di pakai Berfoya-foya Bareng Selingkuhan

Pria Sukabumi Pelaku Korban Begal Palsu, Uang Istri di pakai Berfoya-foya Bareng Selingkuhan

Sukabumi | Jum'at, 14 April 2023 | 11:11 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×