Sukabumi.suara.com - Film ini bercerita tentang Maya Kowalski yang menjadi objek perhatian pemerintah Amerika Serikat. Film dibuka dengan wawancara Maya yang trauma terhadap pelayanan rumah sakit.
Saya termasuk orang yang merindukan berjalannya sistem perlindungan terhadap hak-hak anak atau child rights. Saat dimana negara mengambil alih anak-anak jalanan yang dieksploitasi secara terang-terangan di hadapan Polisi di sebuah lampu merah yang berjarak 100 meter dari rumah walikotanya.
Sistem yang bisa menjerat para pelaku perdagangan anak, memberikan obat bius agar bayi sewaan tidur sampai dengan pelaku pelecehan seksual baik dalam keluarga maupun berkedok pendidikan.
Dalam film dokumenter ini digambarkan bahwa sistem hukum di Amerika sudah memasukan kriteria perilaku kekerasan dalam hal mengobati anak. Secara di atas kertas tentu saja ideal.
Henry Roosevelt sebagai sutradara menyampaikan bagaimana nyawa seorang ibu harus menjadi harga atas penolakan permohonan seorang ibu untuk memeluk anaknya yang baru berusia 10 tahun.
![Take Care of Maya [Dok. Netflix]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/06/27/1-maya-film-cover1.jpg)
Maya didiagnosa menderita penyakit langka yang hanya bisa didiagnosis beberapa dokter ahli sejak tahun 2016. Sampai harus diobati dalam kondisi koma.
Kondisinya membaik sampai dengan kambuh di tahun 2010 an. Tragedi dimulai dengan ketidakmampuan diagnosa dokter di RS John Hopkins, sebuah institusi kedokteran yang menjadi rujukan dunia.
Dokter malah melaporkan orang tua Maya kepada Komisi Perlindungan Anak. Celakanya Komisi malah menugaskan terduga pelaku kekerasan. Begitu pula dengan penugasan detektif yang manipulatif dan intimidatif.
Jurnalis menemukan ratusan testimoni lain seperti kasus Maya. Orang Tua si anak yang sakit harus berpisah bahkan dipenjara atas dasar kejahatan yang tak pernah dilakukannya.
Baca Juga: Inge Anugrah Selingkuh dengan Eks Anggota Boyband Smash Rafael Tan? Mereka Suka Bikin Konten Bareng
Jika tidak marah, gemas, mungkin saya ragukan rating di atas 9.