Cerita Pendek Bersambung Karya Siswa SMA

Sukabumi

Sabtu, 29 Juli 2023 | 15:23 WIB
Cerita Pendek Bersambung Karya Siswa SMA
Judul cerpen ((dok.Panduwindu))

“Najis banget anjir.” Di belakangnya Via menoyor kepala Divya. “Ngapa sih lo, centil banget akhir-akhir ini?” tanyanya.

“Ya dia kan mau caper sama si Renaldi,” timpal Sella. “Tau-tau udah punya gadis aja mampus.”

“Ngomongnya filter dulu ya tolong. Ucapan itu doa,” ujar Divya.

“Gue suka ngomong sana-sini dan ngaku-ngaku punya pacar tapi kenapa sampai sekarang nggak ada?” tanya Salsa. “Katanya omongan doa.”

Divya menoleh dengan mata memutar malas. “Nggak gitu konsepnya ege.” Dia mendengkus lalu meletakkan cerminannya saat Guru BK berbicara untuk pamit karena jam sudah selesai.

“Kantin yuk!" ajak Sella. “Laper banget dari kemarin cuma makan harapan doang.”

Mereka berempat pergi keluar kelas menuju kantin. Divya menggeser tubuhnya saat beberapa orang berdesak-desakan di tangga antara MIPA dan IPS. Divya bahkan mundur saat segerombolan laki-laki menyenggolnya hingga tubuhnya hampir terjatuh.

“Anj ….”

“Eh, eh, eh.” Seseorang menarik tangan Divya dan menahan tubuhnya. Dia meringis begitu kakinya diinjak oleh Divya.

baca juga

“Eh—sorry, gue gak sengaja.” Divya mundur hingga tangga yang bawah. Dia menoleh pada sosok laki-laki yang menariknya tadi.

Renaldi mendongak, dia melepaskan tangannya dan membungkuk untuk mengelap sepatunya yang kotor. Divya masih mematung di tempatnya tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Orang-orang yang berlalu-lalang di depannya seolah tidak ada. Tatapan Divya benar-benar terpaku pada laki-laki yang tingginya hanya berbeda sedikit dengannya itu. Dia secara tidak sadar mengigit bibirnya saat Renaldi menegakkan tubuhnya dan sedikit lebih dekat dengan gadis itu.

Aroma vanila yang kuat menusuk indra penciuman Divya. “Lo nggak apa-apa?” tanya Divya.

Renaldi menaikan sebelah alisnya bingung. Dia memalingkan kepalanya ke kanan dan mendengkus geli.

“Harusnya gue yang nanya. Lo gak apa-apa?” Renaldi menyisir rambutnya kebelakang.

Belum sempat Divya menjawab, teman-temannya sudah datang dengan heboh begitu sadar Divya tidak ada bersama mereka.

“Woi lo ke man ….” Via menahan ucapannya saat sadar sosok Renaldi berdiri di depan Divya. Gadis itu memukul pinggul Sella yang di sebelahnya.

“Gue duluan,” ujar Renaldi lalu pergi begitu saja. “Gila,” celetuk Salsa. “Lo abis ….”

“AAAAAAAAAA!! GUE DI PEGANG SAMA RENALDI!”

****

Jam pulang sekolah sekarang lebih lama. Ketika tahun kemarin 15.40, tahun sekarang tepat pukul 16.00. Divya sudah menggeliat tidak nyaman di kursinya. Bel pulang masih satu jam lagi. Ponselnya mati dan sedang di isi daya di pojok kelas.

Guru Bahasa Indonesia tidak masuk. Beberapa anak ada yang tidur, bermain game,

bermain ponsel, belajar, atau duduk-duduk di depan kelas.

Divya melirik teman-temannya yang sibuk sendiri. Salsa yang tidur serta Sella dan Via yang bermain tiktok. Gadis itu menghela napas, rasa bosan mulai menghampirinya.

Gadis itu berdiri, dia berjalan ke bangku temannya, Ezra. “Ez,” panggil Divya. “Zra.”

Tidak ada sahutan. Laki-laki itu memakai earphone dengan posisi HP yang miring.

“Ezra budek!” Dengan kesal Divya menarik earphone-nya hingga sang empu melirik

kesal.


 

“Apaan, sih?” tanya Ezra.

“Lo lagi apa? Mabar sama Ree?” tanya Divya.

Beberapa orang memang tahu bahwa Divya menyukai laki-laki dari ekskul voli itu.

Mungkin karena sikapnya yang selalu heboh ketika Renaldi melintas di depan kelasnya. “Bukan.” Ezra melepaskan kedua earphone-nya. “Orang kelas sebelah ada Guru.”

Divya memanyunkan bibirnya. “Gimana info yang gue minta? Dia udah ada pacar belum?” tanya Divya.

Ezra memang satu ekskul dengan Renaldi. Keduanya juga cukup dekat dan sering main bersama. Karena mereka cukup dekat, Divya sering mencari-cari informasi tentang laki-laki yang dia sukai kurang lebih sudah dua Minggu itu.

“Gak tau, gak cerita,” sahut Ezra. “Ya tanyalah blok,” kesal Divya.

“Tanya aja sendiri. Nomornya udah gue kasih, kan?” balas Ezra.

“Gimana chat-nya? Tanya, ‘sayang lagi apa?’ atau ‘udah makan belum cinta ku?’ boleh, gak?” celoteh Divya hiperbola.

Ezra menoleh malas. “Pikir aja sendiri. Lo pikir dia nggak bakalan risih?”

Benar juga. Jika Divya terlalu terburu-buru, bisa-bisa laki-laki itu ilfeel dan menjauh.

Jika laki-laki itu menjauh, Divya semakin sulit mendekatinya. “Iya sih,” gumam Divya.

Ezra kembali bermain game. Divya menoleh pada teman sedari SMP-nya itu sinis. Ezra memang sering membantunya, tetapi tidak urung kadang laki-laki itu menolaknya atau menyuruh Divya melakukan hal itu sendiri.

Seperti tadi, Divya ingin tahu apakah Renaldi sudah punya pacar atau belum, Ezra menyuruhnya untuk bertanya sendiri secara langsung.

Andaikan Ezra tau, jangankan Divya chat, untuk menamai kontak laki-laki itu saja Divya berpikir semalaman. Dia berpikir apa nama yang cocok tapi tidak terkesan alay.

****

“Zra, dicariin anak sebelah!”

Divya berdecak saat dia kalah bermain game. Guru Fisika hari ini tidak masuk karena cuti hamil. Mereka diberikan tugas oleh Guru Piket dan harus dikumpulkan hari ini. Karena tugasnya mudah, Divya sudah selesai mengerjakannya dan sekarang dia bisa bersantai-santai. “I itu lambang apaan, sih?” Sella menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Di

sela jari telunjuk dan tengahnya terselip pulpen. “Inersia?” celetuk Salsa.

“Kita udah kelas 12 kagak belajar inersia lagi bloon,” tukas Via menimpali. “I itu kuat arus listrik. Nih, ini rumusnya.”

Dilihat dari mimik wajahnya Sella seperti enggan menjawab soal-soal itu. Dia berdiri, melirik jendela guna melihat apakah ada orang, maksudnya Renaldi, atau tidak.

Divya melihat Ezra yang tengah mengobrol dengan salah satu teman Renaldi. Namanya Fahri. Mereka satu ekskul juga, sama-sama voli. Laki-laki itu tertawa, tidak tahu membicarakan apa.

Karena dia duduk di bangku ke 3 dekat pintu. Gadis itu bergeser duduk di meja temannya untuk mendengar pembicaraan mereka. Gadis itu membuka jendela. Untung saja Ezra berdiri agak jauh, jika tidak kepalanya akan terbentur.

“Ih,” decak Ezra.

“Lagi pada ngomongin apa?” tanya Divya.

“Kepo lo, Cil.” Ezra menoyor kepala Divya, dia memegang ujung jendela dengan tangan kirinya agar tetap terbuka. Punggungnya bersandar pada tembok.

“Lo yang suka sama Renaldi?” tanya Fahri. Laki-laki itu menyisir rambutnya. “Mau gue panggilin, nggak? Dia ada di kelas tuh, kalau mau gue suruh ke sini.”

Kedua pipi Divya memanas. Dia malu setengah mati. Matanya melirik Ezra tajam.

Namun yang ditatap hanya mengangkat kedua bahunya acuh.

“Satpam aja bisa tau kalau lo suka sama Renaldi,” cetus Ezra. “Iya, kan, Ri?” tanyanya pada Fahri.

Laki-laki berkulit putih dengan gigi gingsul itu mengangguk. “Keliatan. Suka motoin dia diem-diem pas ekskul ….”

“Stop! Jangan diterusin!” tukas Divya. Ternyata sudah banyak orang yang tahu soal

ini.

Fahri terkekeh, di berjinjit dan melihat Sella yang tengah menulis dan kebetulan

duduk si pojok.

“Ada tugas?” tanya Fahri.

“Ada, Fisika,” jawab Divya.

Fahri mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengulum senyum. “Dah gitu aja ya, Zra. Gue ke kelas dulu. Bye!” pamitnya.

Ezra mengangguk. Dia kemudian menoleh pada Divya yang menyimpan kedua pipinya di atas lipatan tangan pada kusen jendela. Gadis itu memperhatikan Fahri yang masuk ke dalam kelasnya.

“Dia kemungkinan udah tau soal perasaan lo,” celetuk Ezra. “Sok-sokan mau jadi pengagum rahasia tapi gerak-gerik lo brutal dan ke baca banget.”

“Gimana ya, gue gak bisa kalau diem-diem,” balas Divya.

“Kalau lo gak bisa diem jangan berharap bakalan jadi pengagum rahasia abadi,” ujar Ezra sambil menegakkan tubuhnya dengan posisi tangan yang sama.

“Maksud lo?” tanya Divya.

“Siap-siap aja kalau Renaldi tau.”

****

Divya suka menyanyi. Dari SMP dia mengikuti ekstrakurikuler Paduan Suara. Gadis itu sangat aktif di ekskul tersebut. Hari ini, tepatnya hari Kamis, Divya pergi ke ruang musik setelah pulang sekolah. Beberapa ada kelasnya menyapa Divya.

“Tumbenan cepet?” tanya Erina. Dia adalah ketua ekstrakurikuler Paduan Suara.

Gadis itu berasal dari kelas yang sama dengan Renaldi.

Divya melepas tasnya. Dia duduk di samping Erina. “Guru matpel banyak yang nggak masuk. Jadi gue ke sini cepet, di kelas juga ngapain,” jelas Divya.

Beberapa anak ekskul sudah masuk. Divya memperhatikan adik kelasnya satu per satu. Anak yang ikut ekskul ini cukup sedikit.

Divya menoleh pada Erina yang sudah tidak ada di sampingnya. Mungkin gadis itu keluar. Divya ikut berdiri untuk pergi keluar ruangan, mencari Erina.

“Jadi lo mau gabung?” tanya Erina pada Renaldi.

“Iya, masih bisa, nggak?” Renaldi menggaruk alisnya bingung. “Udah telat, ya?” “Nggak telat, kok!”

Seseorang datang menghampiri mereka. Divya menatap Renaldi dengan senyum merekah.

“Lo mau gabung, padusa, kan?” tanya Divya. “Udah kelas 12 nggak usah isi formulir.

Tinggal lapor ke gue aja, soalnya gue sekretarisnya.”

“Iya, kan, Rin?” Divya menyenggol lengan Erina dan memberi kode agar gadis itu mengangguk.

“Bener. Daftar ke dia aja,” cetus Erina. “Agak telat sih, tapi aman.”

Renaldi mengangguk lalu melirik Divya. Laki-laki itu mengeluarkan ponselnya dan berkata, “Minta nomor HP lo.”

“B … buat apa?” tanya Divya dengan gugup setengah mati.

“Masukin grup emang nggak butuh nomor gue, ya?” balas Renaldi polos.

“Butuh!” Divya langsung mengambil ponsel itu dan mengetikkan nomornya. Gadis itu menamai kontaknya dan tanpa dia sengaja ada sebuah notifikasi masuk.

Elea : Laperrr:(((

Elea : Sebelum pulang makan dulu yuk

Karya: M. Adelia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cinta Laura Jadi Buah Bibir Imbas Perlakuannya Kepada Warga Masohi

Cinta Laura Jadi Buah Bibir Imbas Perlakuannya Kepada Warga Masohi

Video | Jum'at, 28 Juli 2023 | 14:00 WIB

Puisi Bermakna Kekaguman dan Harapan

Puisi Bermakna Kekaguman dan Harapan

Sukabumi | Jum'at, 21 Juli 2023 | 20:17 WIB

Bukti Ada Orang yang Lebih Suka Menulis Dibanding Membaca

Bukti Ada Orang yang Lebih Suka Menulis Dibanding Membaca

Sukabumi | Rabu, 21 September 2022 | 16:35 WIB

Terkini

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama

Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:29 WIB

Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi

Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi

Sulsel | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:29 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks

Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara

Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:15 WIB

Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan, Imbas Dugaan Distorsi Sejarah

Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan, Imbas Dugaan Distorsi Sejarah

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:15 WIB

Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi

Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi

Sulsel | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:08 WIB