15 Agustus 1961 Perubahan Kebijakan AS Terhadap Indonesia: Dari Netralitas ke Dukungan Aktif

Sukabumi | Suara.com

Selasa, 15 Agustus 2023 | 08:10 WIB
15 Agustus 1961 Perubahan Kebijakan AS Terhadap Indonesia: Dari Netralitas ke Dukungan Aktif
Musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) (Arsip Nasional Republik Indonesia)

Periode pemerintahan Kennedy di Amerika Serikat dimulai dengan pandangan bahwa kebijakan AS sebelumnya terhadap Indonesia telah salah langkah. Dukungan rahasia Eisenhower terhadap pemberontakan faksi militer di pulau-pulau terluar telah memicu ketidakpuasan pemerintah pusat di Jawa. 

Meskipun administrasi Eisenhower mengakhiri dukungan tersembunyi terhadap pemberontak dan memandang Tentara Indonesia sebagai benteng terbaik melawan pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berkembang, hubungan dengan Presiden Soekarno tetap tegang. 

Friksi utama dalam hubungan ini adalah eksistensi administrasi Eisenhower untuk tetap netral dalam perselisihan antara Indonesia dan Belanda terkait Papua Barat (disebut Irian Barat oleh Indonesia). Indonesia mengartikan ketidakmauan AS untuk mendukung klaim Soekarno terhadap wilayah kolonial Belanda Irian Barat sebagai dukungan terhadap kolonialisme Belanda.

Duta Besar AS untuk Indonesia, Howard P. Jones, hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Kennedy, mengajukan rencana tujuh poin yang luas untuk mencegah Indonesia jatuh ke bawah kendali Komunis dan mendekatkannya pada dunia barat. 

Beberapa poin kunci dalam rencananya adalah penyelesaian masalah Irian Barat di mana Indonesia menerima janji bahwa wilayah tersebut akan bersatu kembali dengan Indonesia. Hal yang sama pentingnya adalah terbentuknya hubungan personal antara Presiden Kennedy dan Soekarno.

Namun, kebijakan pro-Soekarno ini tidak tanpa kritik. Di Departemen Luar Negeri, Biro Urusan Eropa bersimpati pada pandangan Belanda bahwa aneksasi oleh Indonesia hanya akan menukar kolonialisme kulit putih dengan kolonialisme kulit coklat, dan ingin memberitahu Indonesia bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima kekerasan sebagai solusi untuk sengketa tersebut. 

Menteri Luar Negeri Dean Rusk mendukung hubungan yang lebih dekat antara Soekarno dan Kennedy, tetapi dia tidak yakin bahwa Amerika Serikat harus memaksa sekutu NATO-nya untuk melepaskan koloninya secara langsung kepada Indonesia. Intelijen Pusat menyiapkan pendekatan anti-Soekarno yang tajam. 

Namun, ada kelompok di dalam Pemerintah AS yang sangat tertarik dengan pendekatan damai dengan Soekarno. Staf Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional Robert Johnson dan Robert Komer serta Wakil Asisten Khusus Presiden untuk Urusan Keamanan Nasional Walt Rostow memulai tinjauan mereka sendiri terhadap kebijakan AS-Indonesia, dengan menggunakan nasihat para ahli akademis dan menyimpulkan bahwa kebijakan AS terhadap Indonesia perlu diubah.

Pada awal April 1961, Rusk mengajukan proposal kepada Presiden untuk mendukung pemerintahan amanah PBB untuk Irian Barat yang dikelola oleh Malaya. Namun, Kennedy masih skeptis. 

Rusk lebih simpati pada Luns dalam percakapannya, mengusulkan bahwa Amerika Serikat masih menentang penggunaan kekerasan oleh Indonesia dan menganggap pemerintahan amanah yang mengarah pada penentuan nasib sendiri sebagai langkah terbaik untuk Irian Barat. Kelompok pro-Indonesia di Gedung Putih tidak senang, percaya bahwa solusi Rusk tidak akan menghindarkan krisis besar atas "Irian Barat."

Kunjungan Presiden Soekarno ke Washington pada akhir April 1961 menjadi titik fokus berikutnya. Departemen Luar Negeri dan pejabat Gedung Putih menyajikan Presiden dengan materi bimbingan yang luas yang merekomendasikan posisi yang mendukung pandangan mereka sendiri. 

Ketika Presiden Kennedy bertemu dengan Soekarno, ia segera mengetahui bahwa Irian Barat adalah isu utama yang menghantui pikiran Soekarno. Kennedy mencoba semua argumen melawan aneksasi Indonesia, tetapi Soekarno menghindari mereka. Ketika Presiden membahas masalah pemerintahan amanah, Soekarno menjawab, "kita bersedia meminjam tangan PBB untuk mentransfer wilayah tersebut ke Indonesia."

Sebagai hasil dari percakapan ini, Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih bergabung dalam upaya bersama untuk menyelesaikan sengketa Irian Barat sebelum berujung pada perang regional. Mereka mencoba merapatkan jurang antara keinginan Belanda untuk pemerintahan amanah yang menjamin penentuan nasib sendiri bagi penduduk Irian Barat dan tuntutan Indonesia bahwa pemerintahan amanah hanya berfungsi sebagai tahap interim menuju administrasi Indonesia. 

Departemen Luar Negeri mengusulkan untuk meninggalkan disposisi akhir wilayah tersebut terbuka. Sebagai bagian dari proses ini, Departemen juga mendorong Belanda dan Indonesia untuk mengadakan negosiasi bilateral rahasia.

Setelah berkonsultasi dengan Belanda pada Juni 1961, Departemen Luar Negeri sepakat bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah satu-satunya cara praktis untuk menyelesaikan masalah ini. Ketika masalah ini diajukan kepada Indonesia, menjadi jelas bahwa Indonesia memerlukan jaminan bahwa "internasionalisasi" masalah melalui PBB akan berakhir dengan kontrol Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada apa tanggal 15 Agustus ? Nomer 5 dan 6 Penting Banget

Ada apa tanggal 15 Agustus ? Nomer 5 dan 6 Penting Banget

| Selasa, 15 Agustus 2023 | 07:44 WIB

Timnas AS Tersingkir dari Piala Dunia Wanita, Trump: "Amerika Masuk Neraka!"

Timnas AS Tersingkir dari Piala Dunia Wanita, Trump: "Amerika Masuk Neraka!"

| Senin, 07 Agustus 2023 | 21:46 WIB

Ahli Ragukan Ukraina Tembak Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia Pakai Sistem Patriot

Ahli Ragukan Ukraina Tembak Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia Pakai Sistem Patriot

| Jum'at, 12 Mei 2023 | 22:51 WIB

Bukti Ukraina dan AS Bohong Soal Rudal Hipersonik Khinzal Berhasil Dilumpuhkan Patriot

Bukti Ukraina dan AS Bohong Soal Rudal Hipersonik Khinzal Berhasil Dilumpuhkan Patriot

| Jum'at, 12 Mei 2023 | 13:24 WIB

35 Drone Shahed Buatan Iran Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina

35 Drone Shahed Buatan Iran Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina

| Selasa, 09 Mei 2023 | 21:30 WIB

Terkini

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Jabar | Kamis, 07 Mei 2026 | 00:06 WIB

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:46 WIB

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:41 WIB

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB

5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level

5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level

Banten | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB

5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif

5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif

Jabar | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:22 WIB

Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI

Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:19 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:12 WIB

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:11 WIB