Carolina Marin memastikan kemenangan atas Akane Yamaguchi dengan skor 23-21, 21-13 di semifinal BWF World Championship 2023 di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (26/8). Kemenangan ini mengantar Marin ke final untuk melawan unggulan pertama, An Sen Young, yang di laga lain menundukkan Chen Yu Fei 21-9, 21-15.
Ini merupakan pertemuan ke-10 bagi kedua atlet. Sementara rekor pertemuan berpihak bagi Young dengan raihan lima kemenangan, sedangkan Marin membukukan empat kemenangan.
Bagi Marin, ini merupakan final BWF World Championship untuk keempat kali. Torehan itu sekaligus mengukir sejarah. Marin tercatat sebagai atlet tunggal putri pertama yang mencapai final sebanyak empat kali alias yang terbanyak.
Di tiga final sebelumnya pada 2014, 2015, dan 2018, pebulu tangkis asal Spanyol ini selalu menjadi juara.
Marin yang sudah sembuh dari cedera ACL berhasil menampilkan performa terbaiknya. Melihat kehebatan atlet berusia 30 tahun tersebut, warganet Indonesia pun meminta Marin untuk jadi pelatih tunggal putri Indonesia.
"Tombol setuju marin jadi pelatih ws indo," tulis mellya_*** di salah satu unggahan akun Instagram @badmintalk_com.
"Mentalitasnya patut di contoh, udah cidera parah tapi masih bisa bangkit lagi," timpal ahmad_rom*****.
"Kerennn dia, pdhl bukan dr negara yg suka badminton bisa 4x ke final," imbuh adityae********.
"Carolina nih emang kalo gak kena badai cedera emang gacor parah," tulis awang****.
Baca Juga: Seri Perdana IATC 2023, Veda Ega Pratama Menang di Sirkuit Sepang Malaysia
"Ceu marin.. Akhirnya eropa bs bersuka cita," ketik muwar******.
![Gregoria Mariska dan Putri Kusuma Wardani, atlet tunggal putri Indonesia [jambi.tribunnews.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/08/27/1-grego-dan-putri.jpg)
Akan jadi ide yang bagus dan menarik bila suatu hari Carolina Marin memutuskan untuk jadi pelatih dan melatih atlet tunggal putri Indonesia seperti Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.