sukabumi.suara.com- Hari Sabtu, (2/9/2023) tepatnya pukul 08.00 WIB Organisasi Donor Oksigen Indonesia bekerja sama dengan mahasiswa Kampus Mengajar yang berasal dari berbagai kampus melaksanakan kegiatan literasi bernama Lapak Baca di wilayah Sukabumi atau lebih tepatnya di gedung SD Negeri Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan literasi Lapak Baca ini merupakan kegiatan bulanan yang rutin dilaksanakan Organisasi Donor Oksigen Indonesia beberapa tahun terakhir sejak pertama organisasi ini berdiri.
Acara ini tidak hanya berhasil menarik perhatian banyak pelajar sekolah dasar, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada peningkatan literasi dan kreativitas anak sejak dini. Kegiatan Lapak Baca ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari anak sekolah dasar dari berbagai macam kelas.
Kegiatan literasi yang digelar oleh Organisasi Donor Oksigen Indonesia ini mengambil tema “Membaca Buku, Melukis Mimpi”. Hal ini berkaitan dengan pentingnya minat literasi sedini mungkin. Acara tersebut bertujuan untuk mendorong anak, yang merupakan generasi muda, untuk lebih aktif dalam membaca sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas mereka.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini banyak hal menarik yang dapat anak-anak lakukan tentunya sangat menambah pengetahuan dan mengasah kreatifitas. Kegiatannya antara lain membaca beragam tema buku bacaan, cerita rakyat, buku bergambar dan buku lainnya. Kegiatan lainnya antara lain anak juga dapat mendengarkan panitia yang membacakan cerita rakyat, juga ada kegiatan menggambar dan mewarnai bagi anak yang senang akan kreativitas.
Satu kegiatan lainnya yang juga menarik adalah Ecodraw atau kegiatan membuat kerajinan berupa ilustrasi flora ataupun fauna dari sampah organik. Dan yang menarik, kerajinan ini menggunakan sampah organik berupa daun kering yang dibentuk, digunting dalam bentuk tertentu dan ditempelkan pada media kertas. Kegiatan ini tentunya sangat mengasah kreatifitas dan ketelitian anak.
Aldy Ardhyan (20 tahun) dari divisi media holder Donor Oksigen Indonesia menyatakan kebanggaannya terhadap kesuksesan kegiatan ini. Menurutnya kegitan tersebut dapat mengembangkan potensi pada anak.
“Dalam kegiatan ini kami sangat gembira melihat antusiasme, partisipasi, dan kreativitas anak-anak dalam acara ini. Kami meyakini bahwa literasi adalah kunci untuk mengembangkan potensi diri yang ada pada anak-anak. Dengan memanfaatkan sampah organik berupa daun kering ini pun merupakan bentuk nyata dalam mengimplementasikan slogan organisasi kami yaitu adil dan lestari," kata Aldy dikutip sukabumi.suara.com pada Minggu (3/8/2023).
Sementara itu, Lina (20 tahun) mengungkapkan bahwa kerajinan tangan dari sampah daun kering ini merupakan kegiatan yang inspiratif dan bisa memeberikan edukasi terhadap anak terkait pentingnya mendaur ulang sampah.
Baca Juga: Indo Tambangraya (ITMG) Bagikan Dividen Jumbo, Simak Info Selengkapnya
“Kegiatan membuat kerajinan tangan dari sampah daun kering ini ternyata sangat menarik bagi anak-anak. Banyak anak-anak yang menuangkan idenya membuat berbagai macam gambar hewan, tumbuhan dan lainnya. Dan saya lihat kegiatan ini tidak saja hanya menarik tetapi secara tidak langsung juga mengajarkan anak-anak bahwa sampah daun sekalipun dapat menjadi suatu hal yang memiliki nilai estetika dan bahkan mungkin dapat menjadi barang bernilai jual bila didalami lebih baik lagi,”ujar lina dalam keterangan kepada sukabumi.suara.com
Selain itu, Sulis (20 tahun) mahasiswa program kampus mengajar dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang menarik dan seru untuk anak-anak.
“ Saya lihat kegiatan ini seru dan juga menarik dimana ada anak-anak yang menggambar, mewarnai, membuat kerajinan dan mendengarkan cerita, yang mana membuat anak-anak senang dan juga sembari mengasah kreatifitas anak,” ungkap mahasiswi berusia 20 tahun itu.
Kegiatan literasi yang digelar oleh Organisasi Donor Oksigen Indonesia ini telah memberikan kontribusi positif yang besar pada meningkatkan minat baca, pengetahuan, dan pemahaman anak-anak. Organisasi ini berharap bahwa upaya-upaya semacam ini akan terus berlanjut untuk memperkuat budaya literasi di segala kalangan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah melalui kekuatan kata-kata dan pengetahuan.
Kegiatan Lapak Baca ini ditutup dengan foto bersama dengan para anak-anak sekolah dasar dari beragam kelas, serta para pengajar yang ada disana. Selain itu, kegiatan juga ditutup dengan makan bersama para pengajar dan mahasiswa program kampus mengajar sebagai bentuk silaturahmi dan terimakasih dari kedua belah pihak. Karena suksesnya kegiatan ini juga tidak luput dari kontribusi seluruh pihak yang ada.