Kader Demokrat Sebut Anies Baswedan Kurang Adab dan Moral: Harusnya Bisa Menolak Inisiatif Surya Paloh

Sukabumi

Rabu, 06 September 2023 | 11:44 WIB
Kader Demokrat Sebut Anies Baswedan Kurang Adab dan Moral: Harusnya Bisa Menolak Inisiatif Surya Paloh
Agus Harimurti Yudhoyono ; AHY ; Partai Demokrat (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym)

Kader Partai Demokrat Ardi Wirdamulia menyorot tajam pernyataan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan yang ditayangkan di acara Mata Najwa beberapa waktu lalu.

Ia menyebut hasil wawancara itu jelas bentuk cuci nama setelah Anies memilih Muhaimin Iskandar sebagai Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Wawancara di Mata Najwa itu jelas cuci nama. Bukan menjawab tuduhan Demokrat tentang ingkar janji dan adab. Pertanyaan yg harusnya ada itu: Pertama, Benar ada janji ngga? Sampai berapa kali? Kok berani berjanji jika tidak ada jaminan menepati? dan kedua, Merasa mengingkari ngga?" ucap Ardi dilansir dari akun Twitter pribadinya, Rabu (6/9/2023).

Lanjut Ardi bahwa setalah soal janji, lalu ada soal adab yang perlu diluruskan.

"Setelah jelas soal ingkar janji baru ditanya soal adab. Ada ngga upaya untuk menyampaikan pengingkaran janji itu dengan adab yang baik?
Kalau jawabannya memuaskan ya boleh simpulkan tidak ada pengkhianatan. Lha pertanyaannya aja ngga ada. Hadeuh," ucap dia.

Perwakilan DPD Demokrat Jakarta ini juga menyebut wawancara tersebut untuk memutarbalikan opini publik.

"Tapi kurangnya adab dan moral tidak bisa ditutupi. Kalau Anies mau, bisa saja menolak inisiatif Surya Paloh.  Silahkan abang bikin janji dengan PKB, tapi sebelum bicara dengan PKS dan Demokrat jangan bawa nama saya," paparnya.

Sebelumnya, diketahui Anies Baswedan menjadikan Muhaimin Iskandar Bacawapres di Pilpres 2024 nanti.

Anies menyebut Surya Paloh sebagai Ketum Partai Nasional Demokrat (NasDem) akhirnya memilih opsi kedua.

baca juga

Adapun opsi pertama yakni berunding terlebih dahulu dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat sebelum membangun kesepakatan dengan PKB.

Dalam opsi ini, ada risiko bahwa PKB mungkin akan menjalin kerja sama dengan partai politik lain lebih dahulu.

Dan opsi kedua adalah memulai pembicaraan bersama PKB terlebih dahulu baru kemudian menjelaskan situasinya kepada PKS dan Demokrat.

"Pada waktu itu, Pak Surya Paloh itu berada dalam situasi saya berunding dulu dengan PKS dan Demokrat, baru nanti bangun kesepakatan dengan PKB. Risikonya mungkin PKB sudah diajak dengan yang lain dulu atau bangun kesepakatan sekarang lalu menjelaskan kepada PKS dan Demokrat, risikonya mereka merasa dilewati dan tidak diajak bicara," ucap Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut Surya Paloh memilih opsi kedua yaitu bersepakat terlebih dahulu dengan PKB dan menjalin komunikasi berikutnya dengan Demokrat dan PKS.

"Kemudian Pak Surya Paloh ambil kesepakatan dulu terus kemudian jelaskan, memang ada risiko perasaan seperti dilewatkan, ditinggalkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil dan Biodata Bripka M Nuril Huda, Suami Seleb TikTok Probolinggo Luluk Nuril

Profil dan Biodata Bripka M Nuril Huda, Suami Seleb TikTok Probolinggo Luluk Nuril

News | Rabu, 06 September 2023 | 11:40 WIB

Terkini

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:41 WIB

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:37 WIB

4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif

4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T

Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih

Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Bali | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:28 WIB

×