Pelatih Persebaya Surabaya, Josep Gombau, mengungkapkan kejutan besar setelah timnya menelan kekalahan telak dari Madura United. Menurut Gombau, gol cepat yang diciptakan Madura United melalui titik putih telah mengubah dinamika pertandingan. Meskipun demikian, Persebaya mampu menunjukkan permainan yang seimbang di babak pertama.
"Kami terlalu cepat terkena penalti dan hal itu mengubah situasi pertandingan di babak pertama, tapi para pemain masih bisa bermain seimbang," ungkap Gombau dalam konferensi pers pasca pertandingan yang berlangsung di Stadion Bangkalan, Madura.
Namun, di babak kedua, Madura United, yang dikenal dengan julukan Laskar Sape Kerab, tampil lebih dominan. "Masuk babak kedua dan permainan para pemain Madura United lebih baik dari kami," tambahnya.
Gombau juga menyebutkan tentang pergantian penjaga gawang Andika Ramadhani yang mengalami insiden di babak pertama. Hal ini menambah kebingungan tim, terutama dengan penggantian penjaga gawang yang masih muda. "Pertandingan ini memang sulit terlebih melawan tim besar, namun laga ini bisa menjadi pembelajaran bagi penjaga gawang Aditya Arya, karena dia masih muda dan punya waktu yang panjang untuk berkembang karena masa depannya bagus," jelas pelatih asal Spanyol tersebut.
Terlepas dari kekalahan tersebut, Gombau menilai atmosfer sepak bola di Indonesia sangat bagus dan ini menjadi bahan evaluasi baginya untuk meningkatkan kualitas Persebaya di masa mendatang. "Atmosfer dan lingkungan sepak bola Indonesia bagus dan saya akan belajar untuk membuat Persebaya lebih baik lagi," pungkasnya.