Suara Sumatera - Kabar yang menyebutkan bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri telah memilih duet Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Ganjar-Puan) sebagai bakal calon presiden (Capres) dan Cawapres 2024 dari PDIP, beredar di di internet.
Kabar tersebut beredar dalam video kanal YouTube yang diunggah pada 2 Januari 2023. Judul video tersebut mengklaim bahwa Megawati telah memutuskan Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai pasangan Capres dan Cawapres.
"GANJAR - PUAN KEPUTUSAN MEGAWATI BIKIN ANIS DAN LWAN LAINNYA BIKIN MERINDING" begitu narasinya.
Kemudian "GANJAR - PUAN !! MEGAWATI MENDADAK BUAT KEJUTAN JELANG PILPRES 2024 || BERITA TERBARU".
![Cek Fakta: Megawati Soekarnoputri resmi usung Ganjar-Puan? [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2023/01/05/1-cek-fakta-megawati-soekarnoputri-resmi-usung-ganjar-puan.jpg)
Benarkah klaim tersebut?
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Suara.com, narasi pada judul dan sampul dalam video yang menyebutkan bahwa Megawati telah mengusung Ganjar-Puan adalah salah. Pasalnya, isi video berbeda dengan judul dan sampul yang ditampilkan.
Isi video tersebut justru hanya menarasikan pernyataan pengamat politik Adi Prayitno yang menduga bahwa pilihan capres Megawati di 2024 akan berlabuh antara Ganjar atau Puan.
Adi Prayitno menyebutkan bahwa baik Puan atau Ganjar, keduanya memiliki rekam jejak dan keunggulan masing-masing.
Narasi dalam video tersebut sesuai dengan artikel Serambinews.com berjudul "Pengamat: Sulit Menebak Pilihan Megawati Ganjar atau Puan sebagai Capres 2024", yang terbit pada 1 Januari 2023.
Baca Juga: Bocor Kabar Megawati Umumkan Nama Capres PDIP Tahun 2023, Ganjar Pranowo atau Puan Maharani?
Kesimpulan
Melalui berbagai penjelasan di atas, maka narasi yang menyebutkan bahwa Megawatu sudah memutuskan Puan dan Ganjar sebagai pasangan calon adalah salah.
Video tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].