Suara Sumatera - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meramaikan HUT PDI Perjuangan (PDIP) ke 50 belum lama ini. Sebagai kader, Ganjar hadir dan duduk di barisan kepala daerah yang merupakan kader PDIP.
Meski hadir, Ganjar Pranowo pun diketahui tidak mendapatkan keistimewaan. Dia termasuk yang tidak mendapatkan tumpeng pada HUT ke emas PDIP. Bahkan Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) Sutrisno Pangaribuan menyoroti kehadiran Ganjar Pranowo yang tidak mendapatkan tanda-tanda dukungan.
Sutrisno dalam hal ini mengingatkan agar para pendukung dan relawan Ganjar tidak baper.
“Relawan Ganjar Pranowo, yang juga tidak hadir langsung di perayaan HUT ke-50 PDIP agar tidak ‘reaktif dan baper’ meskipun Ganjar Pranowo tidak diberi nasi tumpeng atau duduk di bagian depan dalam perayaan HUT ke-50 PDIP,” ujar Sutrisno dalam keterangan resmi yang diterima wartaekonomi.co.id-jaringan Suara.com, Senin (16/1/23).
Hal ini Sutrisno ungkapkan karena menurutnya Megawati setelah HUT PDIP kemarin mendapat beragam rekasi yang berlenbihan bahkan dari para pendukung Ganjar sendiri.
Ia menegaskan bahwa Megawati dan PDIP bukanlah orang dan partai sembarangan tetapi telah teruji pengalamannya.
“Maka sangat tidak baik jika ada pihak atau kelompok yang mengatasnamakan relawan tersinggung, marah, bahkan menyampaikan kecaman terhadap Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.
Karenanya, Sutrisno meminta kepada pihak yang mengecam Megawati hanya karena menganggap Ganjar diperlakukan “hina” untuk belajar kembali sejarah agar tidak mudah baper.
“Para pihak yang menyampaikan kecaman tersebut perlu belajar sejarah agar tidak mudah “baper” dan sembarangan menyampaikan kecaman,” ungkapnya.
Baca Juga: Viral Video Penyobekan Foto Rizky Billar, Sang Ayah Geruduk Gedung Indosiar
Atas dasar itu, KORNAS yang juga merupakan kelompok relawan Ganjar Pranowo mengajak agar para pendukung atau relawan lainnya terus mensosialisasikan Ganjar kepada masyarakat tanpa harus sibuk menyerang Megawati.
“Mari kita kawal bersama kepemimpinan Presiden Joko Widodo hinggaselesai di 2024, dan membantu sosialisasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres yang akan maju dan memenangkan Pilpres 2024,” jelasnya.
Namun banyak publik akhirnya menyimpulkan jika potongan nasi tumpeng saja tidak diperoleh, maka tiket Pilpres 2024 tentu akan sulit diperoleh.