Suara Sumatera - Aktor Tio Pakusadewo pernah belajar ngaji dari seorang narapidana teroris Ali Imron saat mendekam di penjara.
Ini terjadi kala Tio Pakusadewo tertangkap untuk kedua kalinya dalam kasus narkoba sehingga dipenjara di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.
Di hari-hari pertama berada di dalam rutan polda, ada satu orang yang selalu datang ke kamar Tio meminta untuk bertemu.
Tio mengaku tidak mengenal orang tersebut. Jadi setiap orang tersebut datang, Tio Pakusadewo pura-pura tidur untuk menghindar.
"Gua ga tahu siapa. Anak-anak bilang itu Pak Ustaz. Ternyata Ali Imron, teroris," ujar Tio dikutip dari Youtube Deddy Corbuzier.
Ali Imron adalah napi teroris Bom Bali I yang dihukum penjara seumur hidup. Kini Ali Imron mendekam di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya kurang lebih 18 tahun.
Sebagai napi paling lama di rutan tersebut, Ali Imron kata Tio punya kebebasan untuk berkeliling kamar dengan tujuan mengajar ngaji.
Sampai akhirnya Tio bertemu dan ngobrol dan Ali Imron. Ada satu hal yang membuat Tio akhirnya tertarik dengan Ali Imron.
Ali Imron bertanya apakah Tio Pakusadewo pernah mengaji. Tio menjawab pernah namun sudah lupa caranya mengaji.
Baca Juga: Akhirnya Bisa Konser di Gelora Bung Karno, Raisa Siapkan 26 Lagu dan 6 Kostum Spesial
Ali Imron lalu menawarkan diri untuk mengajar Tio Pakusadewo mengaji dan bisa lancar hanya dalam dua pertemuan saja.
"Belajarlah gua ama dia. Cuma dua kali, gua uda bisa (ngaji) lagi. keren sih metodenya," kata Tio.
Lalu Tio mengaku makin tertarik berbincang dengan Ali Imron.
"Pertama dia bilang gini tidak ada teroris di Indonesia yang punya barang bukti lebih besar dari saya selama ini sejarah terorisme di Indonesia. Barang bukti saya itu TNT 2 ton," cerita Tio.
Lalu Ali Imron menyampaikan ke Tio bahwa sudah lama mendengar kiprah Tio di dunia narkoba tapi sebetulnya beda tipis.
Penasaran, Tio bertanya maksud perkataan itu ke Ali Imron.