Suara Sumatera - Penganiayaan terhadap anak pengurus GP Anshor oleh pejabat Ditjen Pajak berujung panjang. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani pun kemudian meminta agar jajarannya hidup sederhana.
Ia pun meminta agar klub motor besar (Moge) Ditjen Pajak, Belasting Rijder dibubarkan. Kekinian akun sosial media klub motor Belasting Rijder banyak dihilangkan.
Mobil yang digunakan Mario Dandy Satriyo, Jeep Rubicon disita polisi sebagai alat bukti.
Jeep Rubicon milik Rafael Alun Trisambodo menunggak pajak dan menggunakan plat palsu. Publik pun mencari-cari informasi mengenai Rafael Alun Trisambodo, yang kerap memamerkan kekayaannya.
Kebiasaan Rafael Alun Trisambodo yang berjalan-jalan menggunakan motor besar dan diklaimnya bukan miliknya membuat klub moge Belasting Rijder menghapus semua postingan.
"Beberapa hari ini beredar di berbagai media cetak dan online foto dan berita Dirjen Pajak Suryo Utomo mengendarai Motor Gede (MoGe) bersama klub Belasting Rijder DJP yaitu komunitas pegawai pajak yang menyukai naik motor besar," kata Sri Mulyani dikutip dari akun Facebook pribadinya melansir hop.id-jaringan Suara.com.
"Meminta agar klub Belasting Rijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai Moge menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP," sambung Sri.
"Bahkan apabila Moge tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi, mengendarai dan memamerkan Moge bagi Pejabat/Pegawai Pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik. Ini mencederai kepercayaan masyarakat," pungkasnya.
Baca Juga: Hukum Mencium Mata Istri dalam Islam, Apakah Boleh Dilakukan saat Bercinta?