sumatera

Belajar dari Keluarga Pejabat yang Pamer Kekayaan, Ini Dampak Buruknya di Kehidupan

Suara Sumatera Suara.Com
Rabu, 22 Maret 2023 | 14:48 WIB
Belajar dari Keluarga Pejabat yang Pamer Kekayaan, Ini Dampak Buruknya di Kehidupan
Ilustrasi seorang wanita sedang flexing. [pexels.com/Andrea Piacquadio]

Suara Sumatera - Nama Sekda Riau SF Hariyanto belakangan menjadi perbincangan publik usai istri dan anaknya disebut kerap memamerkan gaya hidup mewah di media sosial.

SF Hariyanto membantah tersebut. Melalui klarifikasinya, ia menyebut bahwa tas yang digunakan sang istri merupakan produk palsu alias KW.

Meski demikian, warganet seolah tak percaya. Mereka kemudian membagikan beberapa foto dan video yang memperlihatkan anak dan istri Sekda Riau itu menggunakan barang-barang branded.

Salah satu media sosial yang turut membincangkan flexing atau pamer gaya hidup mewah  adalah akun Instagram @lambe_turah pada Minggu (19/3/2023).

Istilah flexing atau pamer kekayaan adalah aksi yang dilakukan untuk memamerkan gaya hidupnya yang mewah tetapi dengan cara yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. 

Flexing sering kali membawa dampak buruk dalam kehidupan.

Banyak netizen yang mengritik perilaku pamer kekayaan tersebut tidak benar dan membuat para netizen geram. 

Berikut ini dampak buruk pamer kekayaan yang bisa terjadi.

1. Terlalu memaksakan keadaan
Dampak yang dapat terjadi akibat flexing kekayaan salah satunya adalah berpotensi memaksakan keadaan. Flexing adalah kondisi seseorang ingin diakui eksistensinya. 

Baca Juga: Ingin Usir PetroChina Dari Jambi, Bupati Tanjung Jabung Timur: Perusahaan Rampok SDA dan SKK Migas Hanya Jadi Centeng

Mereka akan berusaha tampil mewah dan bahagia di hadapan semua orang. Tentu saja ini akan membahayakan jika terjadi secara terus menerus. 

Pasalnya, orang yang terbiasa dengan kehidupan mewah akan cenderung memaksakan keadaan dan berusaha untuk tetap flexing meskipun keadaan tidak memungkinkan.

2. Sulit bersosialisasi
Sebagian orang beranggapan bahwa dengan kekayaan justru dapat menarik perhatian dan memiliki banyak teman. Anggapan seperti ini jelas keliru.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Social Phsycological and Personality menyatakan bahwa sebanyak enam puluh enam persen orang lebih senang memilih mobil mewah daripada mobil standar. Tetapi, jika dibandingkan dengan mobil mewah, orang baru lebih senang berteman dengan orang yang memiliki mobil standar. 

3. Mempengaruhi kepribadian
Dampak buruk yang dapat dirasakan akibat pamer kekayaan adalah dapat memengaruhi kepribadian. Orang yang flexing umumnya memiliki sikap kurang empati.

Mereka sering kali pamer kekayaan tanpa peduli kepada orang-orang di sekitarnya. Selain itu, flexing akan membawa mereka pada kepribadian negatif seperti kurang roposial, lebih kompetitif dan haus validasi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI