Suara Sumatera - Putri Ariani tengah menjadi sorotan lantaran tampil memukau panggung America's Got Talent 2023 belum lama ini. Ia bahkan meraih tiket Golden Buzzer.
Seiring dengan itu, cerita soal Putri Ariani hingga sampai di ajang pencarian bakat bergengsi Amerika tersebut beredar di media sosial.
Salah satunya kisah Putri Ariani terkait penglihatannya. Ia secara terbuka mengungkapkan kondisi matanya di podcast Deddy Corbuzier.
"Harusnya bisa (lihat) karena matanya normal. Kena Retinopathy of Prematurity," kata cewek kelahiran Kampar Riau tersebut.
Berdasarkan laman kemkes.go.id, Retinopathy of Prematurity (ROP) merupakan perkembangan abnormal dari pembuluh darah retina yang umumnya terjadi pada bayi prematur.
Putri Ariani diketahui lahir saat usia kandungan ibunya baru 6 bulan.
"Putri waktu itu lahir prematur, organ-organ belum terbentuk sempurna. Paru-paru aja masih bolong," sebutnya.
Putri Ariani mengungkap kemungkinan dirinya bisa melihat setelah mempelajari ketidaktahuan di masa lalu.
Namun karena kesalahan penanganan rumah sakit, kelainan yang diderita Putri Ariani terlambat ditangani.
Baca Juga: 8 Tips Produktif ala Raditya Dika: Menjadi Efektif dalam Keterbatasan Waktu
"Kalau stadium awal harusnya masih bisa. Kelebihan oksigen, jadi kesalahan rumah sakit sebenernya. Terus dibawa ke Singapura udah telat soalnya udah putus," ujar penyanyi 17 tahun itu.
"Karena kesalahan rumah sakit?" tanya Deddy Corbuzier tampak terkejut.
"Katanya gitu sih. Udah putus retinanya," jawab Putri Ariani.
Deddy Corbuzier lantas menanyakan kemungkinan Putri Ariani bisa melihat dengan kecanggihan teknologi di masa sekarang. Tak munafik, Putri memiliki harapan tersebut,
"Aku nggak tau. Mungkin suatu hari nanti. Kuharap begitu," ucap Putri Ariani dalam bahasa Inggris.
"Semoga. Tapi menurut Putri, itu udah lewat. Itu cuma masa lalu aja. Sekarang Putri juga orang biasa, sama," ungkap dia.