Suara Sumatera - Aji Santoso diistirahatkan oleh manajemen Persebaya. Keputusan itu diumumkan tidak lama setelah Persebaya dikalahkan Persikabo 1973.
Aji pun angkat bicara. Di hadapan Bonek, dirinya sebagai pelatih bertanggung jawab atas kekalahan itu.
"Yang jelas teman-teman bonek tidak usah menyalahkan manajer, tidak usah menyalahkan pengurus, tidak usah menyalahkan pelatih. Aji Santoso yang tanggung jawab," katanya dilihat dari video yang dibagikan akun Twitter @Green_Nord27, Sabtu (5/8/2023).
Aji mempersilakan Bonek mencaci maki dirinya. Namun, Aji meminta Bonek juga mengingat bahwa dirinya telah menyumbangkan sejarah bagi Persebaya. Aji meminta Bonek mengakui hal itu.
"Boleh kalian mencaci maki saya, tapi kalian juga ingat bahwa saya salah satunya pembikin sejarah. 23 tahun tidak pernah menang di Jakarta, menang. 23 tahun tidak pernah menang dengan Arema, menang. Itu harus diakui," ucap Aji.
Ucapan Aji Santoso mendapat respons yang menohok. Salah satu Bonek mengaku lambang Persebaya melebihi catatan sejarah yang dicetak Aji.
"Sejarah memang harus diingat. Akan tetapi ingat, lambang Persebaya itu melebihi dari sejarah apa yang Aji Santoso dapatkan," ucap salah satu bonek.
Diketahui, manajemen Persebaya memutuskan untuk mengistirahatkan head coach Aji Santoso, setelah kembali meraih hasil buruk di kandang, kalah 1-2 dari Persikabo 1973.
Manajemen Persebaya menyebut keputusan dibuat karena Aji Santoso tidak bisa memenuhi target tujuh poin yang dirancang dalam tiga pertandingan.
Baca Juga: Belum Resmi Debut, RIIZE Berhasil Pecahkan Rekor 1 Juta Pengikut di Instagram
"Keputusan ini dibuat karena tim sudah tidak mungkin memenuhi target tujuh poin yang dicanangkan dalam tiga pertandingan," tulisnya.
Sebagai penggantinya, manajemen Persebaya kemudian menunjuk Uston Nawawi sebagai pelatih.
"Manajemen menggunakan dua pertandingan ke depan, melawan Bhayangkara FC dan Persita Tangerang untuk menentukan opsi-opsi selanjutnya. Dalam dua pertandingan tersebut, tim akan dipimpin oleh coach Uston Nawawi," katanya.