Suara Sumatera - Happy Asmara membagikan kabar duka. Tim musiknya, Royal Musik Happy Asmaraa, mengalami kecelakaan tragis di jalan tol. Beruntung peristiwa itu tidak menelan korban jiwa.
Kecelakaan terjadi setelah tim tersebut mengisi acara ulang tahun di salah satu stasiun televisi swasta.
Paginya, setelah penampilannya, Happy Asmara memberitahukan kabar tersebut lewat unggahan Instagram.
Happy Asmara membagikan video yang memperlihatkan kondisi mobil mereka yang rusak parah akibat kecelakaan di tol.
Selain itu, video tersebut juga menampilkan anggota tim Royal Music yang selamat namun mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya tampak dengan tubuh diperban, menunjukkan sejauh mana dampak fisik dari kejadian tersebut.
Dalam video tersebut, perhatian tertuju pada Delva Irawan, seorang pria yang diketahui memiliki kedekatan dengan Happy Asmara.
Dalam keadaan syok, Delva terlihat dengan luka di tangan dan mengeluhkan sakit di bagian punggung, yang diduga merupakan akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Dalam ungkapannya, Happy Asmara dengan tulus memohon maaf karena saat kondisi kritis seperti ini, ia tidak dapat berada di samping timnya.
Dengan ungkapan hormat yang mendalam, penyanyi tersebut memuji keberanian dan ketahanan para anggota tim Royal Music di tengah situasi yang menakutkan.
Dalam cuitannya, Happy Asmara memberitahu bahwa semua personel tim Royal Music yang terlibat dalam kecelakaan tersebut selamat.
Dalam momen yang sangat emosional, penampilan gambar wajahnya yang sembab karena tangisan menjadi saksi kekuatan emosi yang terlibat dalam insiden tersebut. Melalui kata-kata penuh haru, ia berterima kasih kepada Tuhan atas keselamatan yang diberikan.
"Alhamdulillah, anak RC selamat semuanya, menjadi sumber kelegaan bagi para penggemar Happy Asmara dan para anggota tim Royal Music. Kecelakaan ini mengingatkan kita akan rapuhnya kehidupan manusia, terlebih dalam situasi-situasi yang tidak terduga," katanya.
Meski industri musik seringkali memperlihatkan sorotan pada panggung gemerlap, peristiwa ini membuktikan bahwa di balik layar, setiap individu tetap rentan terhadap tragedi dan tantangan hidup.