Suara Sumatera - Kekalahan timnas Indonesia di final Piala AFF U-23 menoreh perhatian publik atas kualitas wasit yang mengadili pertandingan tersebut. Sejumlah wasit disebut merugikan timnas Indonesia.
Sejak dari awal laga, timnas Indonesia pun sempat protes dan kritik kebijakan hakim di Piala AFF. Kekinian muncul informasi yang menyebutkan wasit Jepang dicabut lisensinya karena pertandingan final tersebut.
Namun informasi itu tidak benar. Informasi menyebutkan jika wasit Hiroki Kasahara, wasit asal Jepang ini dicabut lisensinya karena merugikan Indonesia.
Lisensi wasit asal Jepang ini dicabut karena buntut Erick Thohir yang memutuskan Indonesia keluar dari AFF. Keputusan Indonesia keluar dari AFF ini disebut-sebut karena kecewa dengan keputusan wasit tersebut.
Informasi ini dibagikan di akun YouTube. Salah satu akun YouTube yang membagikannya ialah Timnas Harapan TV. Akun ini pun melengkapi narasinya dengan cukup menyakinkan.
Akun ini menulis, "Alhamdulillah 1 Permasalahan SELASAI, FIFA Cabut Lisensi Wasit Piala AFF, Indonesia Keluar dari AFF," tulisnya.
Dia pun menyematkan sejumlah informasi lainnya mengenai timnas Indonesia dan Erick Thohir.
Lalu apakah benar timnas Indonesia keluar dari AFF lalu mengakibatkan lisensi wasit asal Jepang, Hiroki Kasahara dicabut?
CEK FAKTA:
Baca Juga: Jadwal Sim Keliling Pontianak Terbaru, Lengkap dengan Informasi Persyaratan
Di Youtube dengan durasi yang berdurasi hanya 3 menit, 54 detik. Narator menyebutkan jika pencabutan listensi ini menjadi perhatian dunia.
Meski banyak narasi yang disebutkan oleh narator di video tersebut, namun tidak ada sumber berita nan menjadi fakta jika memang lisensi wasit Hiroki Kasahara dicabut.
Dengan ketidakadaan kesesuaian antara judul dan informasi yang dibagikan di akun YouTube tersebut maka informasi yang dibagikan masuk katagori misinformasi atau informasi yang salah (hoaks).
PENJELASAN:
Meski narasi yang dibacakan narator cukup menyakinkan, ia memulainya dengan sejumlah keputusan kontroversial yang menuai kritik dari pendukung timnas Indonesia.
Dengan analisisnya, ia sebut banyak pengamat yang menyebutkan jika ada indikasi yang memperlihatkan jika wasit memang tidak menjalankan tugas dengan netralitas dan profesional. Wasit disebut ada potensi manipulatif di keputusannya.