Suara Sumatera - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim partainya telah move on usai keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
"Kami keluarga Partai Demokrat dengan berbesar hati, dengan kerendahan hati, menyatakan move on dan siap menyongsong peluang-peluang baik di depan," kata AHY melansir Antara, Senin (4/9/2023).
AHY pun mengungkap kriteria koalisi yang akan menjadi wadah perjuangan Partai Demokrat.
"Demokrat akan berikhtiar untuk bergabung dengan koalisi lain yang memiliki kesamaan cara pandang, visi kebangsaan, dan etika politik," ujarnya.
AHY menyebut pihaknya harus membuka lembaran baru. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak terjebak pada narasi dan isu yang bisa memecah belah bangsa.
"Kita tidak tahu dalam perjalanannya ke depan, kita mungkin akan bertemu kembali dan menjalin kerja sama untuk agenda-agenda besar kebangsaan," ungkapnya.
Menurut AHY, dinamika politik yang terjadi adalah cara Tuhan menyelamatkan Demokrat dari hal-hal buruk.
"Saya juga mengajak kita semua untuk bersyukur karena Allah SWT masih sayang kepada kita. Bisa jadi, ini adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan kita dari hal-hal yang lebih buruk," cetusnya.
AHY berpesan kepada seluruh kadernya untuk melanjutkan kerja keras. Selain itu, meminta kadernya untuk tetap rendah hati dan percaya diri menyongsong Pemilu 2024.
Baca Juga: Cedera Selangkangan, Mikel Arteta Beri Indikasi Thomas Partey Menepi Lama
"Kepada seluruh kader Demokrat, saya berpesan, tidak ada jalan yang lunak untuk mencapai cita-cita yang besar," pesan AHY.
Ia mengaku bahwa sukses dan kemenangan tetap bisa diraih tanpa harus mengorbankan nilai-nilai moral, etika serta kehormatan dan persahabatan.
"Gusti Allah mboten sare. Tuhan tidak tidur. Dia tahu apa yang kita niatkan, kita ikhtiarkan, dan kita perjuangkan. Insya Allah hasil tidak akan mengkhianati usaha," katanya.
Diberitakan, Demokrat resmi mencabut dukungannya untuk bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan sekaligus keluar dari KPP. Sebelumnya, pihak Partai Demokrat mengumumkan bahwa Partai NasDem membuat keputusan sepihak dengan membentuk kerja sama dengan PKB sekaligus menetapkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai pendamping Anies.