Suara Sumatera - Anies Baswedan sempat pasrah gagal maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 ketika mengetahui adanya kebuntuan pembahasan bakal calon wakil presiden di Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Dalam program Mata Najwa, Anies Baswedan mengatakan, tidak ada titik temu antara Partai Demokrat dan Partai NasDem mengenai siapa sosok pendampingnya di Pilpres 2024.
Anies Baswedan mengakui saat itu hanya nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tersedia untuk menjadi bacawapres.
Pada rapat Tim 8 yang digelar 28 Agustus 2023, Anies mengungkapkan Partai Demokrat mendesak agar pasangan Anies-AHY segera dideklarasikan.
Sementara Partai NasDem menolak karena masih menginginkan mencari sosok lain sebagai pendamping Anies Baswedan. NasDem menjadikan nama AHY sebagai opsi terakhir.
"Terjadi perbedaan pandangan yang sangat keras bahkan sampai gebrak meja di situ. Apa perbedaannya? Perbedaannya Demokrat menginginkan ditetapkan segera, Nasdem menginginkan ditetapkan nanti sambil menunggu menunggu apa menunggu siapa itu ada opsi lain," ujar Anies Baswedan.
Anies yang mendapat laporan adanya kebuntuan itu, langsung mengirim pesan teks via WhatsApp ke utusannya di Tim 8 Sudirman Said.
Ia meminta Sudirman menyampaikan ke SBY bahwa NasDem tidak bersedia mendeklarasikan segera dan juga menyampaikan ke Surya Paloh bahwa Demokrat bersiap permisi bila tidak dideklarasikan segera.
Pagi harinya, Sudirman Said dan Dadang utusan Anies di Tim 8 menemui Anies memastikan apakah tidak mau lagi diupayakan menjembatani Demokrat dan NasDem.
Baca Juga: PSMS Pinjam Ridho Syuhada, Gelandang PSIS Semarang
Kepada Sudirman Said dan Dadang, Anies mengatakan, upaya sudah dilakukan tapi tetap tidak ketemu dan dia menyerahkan semua pada Allah.
"Sudah sekarang kita serahkan kepada Allah dan mereka (Sudirman dan Dadang) bilang 'Mas ini artinya Mas Anies nggak dapat kendaraan loh," kata Anies.
Karena menurut Anies jika pesannya itu disampaikan berarti Demokrat potensi yang akan keluar dari koalisi. Anies pun pasrah. "Mau apalagi ini kenyataan," ujar Anies.
"Dan berarti anda sudah bersiap tidak dapat tiket (capres) ketika itu?" tanya Najwa Shihab.
"Ya," jawab Anies Baswedan.