Suara Sumatera - Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Anies-Cak Imin) resmi dideklarasikan sebagai Capres dan Cawapres 2024 oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh pada Sabtu (2/9/2023).
Banyak cerita di belakang layar yang tentunya publik belum mengetahui detail apa yang terjadi sehingga PKB berkoalisi dengan Nasdem. Padahal, Gerindra-PKB sudah setahun menjalin 'kemesraan' hingga berkampanye bareng-bareng.
Kemudian, Partai Demokrat juga akhirnya hengkang dari Koalisi Perubahan yang semula digawangi Nasdem, PKS dan Demokrat. Terlemparnya nama Ketum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Cawapres, menjadi titik awal keputusan Demokrat untuk pergi dari Anies Baswedan dan Nasdem.
Karni Ilyas menggali lebih jauh tentang cerita di balik layar bertemunya pasangan Capres-Cawapres Anies-Cak Imin ini dalam tayangan YouTube Karni Ilyas Club dengan judul "PASANGAN ANIES - IMIN // DIJODOHKAN ATAU KAWIN PAKSA?" yang tayang Rabu (6/9/2023) malam.
Menurut Karni Ilyas, baik tentang mentalnya AHY jadi Cawapres atau pun Cak Imin yang lari dari Prabowo, terjadi karena 'cinta digantung tak bertali'. Sebab, jauh-jauh hari, Demokrat-Nasdem dan PKS sudah berkoalisi. Apalagi, Gerindra-PKB sudah setahun lamanya bersama.
"Ini kalau kata orang Minang, bagaikan cinta digantung tak bertali," kata Karni Ilyas.
Lantas, wartawan senior itu blak-blakan bertanya kepada Cak Imin tentang apakah dirinya ditolak Prabowo jadi Cawapres atau tidak. Ketum PKB itu menjawab dengan lugas.
"Kalau dialog intensif selama satu tahun, kita yakin Cawapres, makanya kita tidak kemana-mana," katanya.
Hanya saja, kata Cak Imin, setelah berhembus kabar Golkar-PAN bergabung, koalisi ini semaki terang benderan akan mengubah haluan.
"Semakin jelas keputusan yang diambil (setelah Golkar-PAN gabung Gerindra). Kayaknya memang pindah ke lain hati, sehingga kita harus mencari hati yang lain," katanya.
Namun, jawaban Cak Imin disela Karni. Menurutnya, jika memang Cak Imin mau hengkang, harus sejak lama. Sebab, adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo pernah menyebutkan bahwa jika Muhaimin akan dipilih jadi Cawapres, tentu sudah dilakukan sejak kemarin-kemarin. Namun, nyatanya tidak sampai PKB hengkang.
"Saya tidak pernah bertemu Pak Hasyim. Saya hanya bertemu Pak Prabowo dan kawan-kawan Gerindra yang membuat saya nyaman," jawab Cak Imin.
"Ini bukan cinta digantung tak bertali lagi," jawab Karni.
"Ya, kalau dari awal enggak, kita sudah keluar duluan. PHP jalan terus," balas Muhaimin Iskandar.