"Anda minta saya refleksi, saya pernah hidup di tengah orang Eropa, saya ingat pada waktu itu, saya satu-satunya murid yang bukan kulit putih. Tiap hari saya diejek oleh guru saya tiap hari dibilang bangsa monyet, ini itu," ungkapnya.
Prabowo mengatakan pengalaman inilah yang memotivasi untuk menjadi presiden dan agar penjajahan terhadap bangsa Indonesia tidak terulang kembali.
"Saya alami, saya sekolah di beberapa negara, selalu mereka bilang begitu rakyatmu tinggal di pohon," katanya.