Suara Sumatera - New Indonesia Research & Consulting merilis hasil survei partai politik menjelang 2024. Hasilnya, PDI Perjuangan masih menduduki posisi pertama, kemudian disusul Gerindra PKB dan lainnya.
Survei dilakukan pada 11-17 September 2023 dengan total 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error 2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berdasarkan hasil survei terbaru elektabilitas PDIP 17,8 persen, disusul Gerindra 17,4 persen. Sedangkan PKB 7,0 persen, PKS 4,4 persen dan NasDem 2,7 persen.
"Persaingan antara PDIP dan Gerindra semakin ketat, sedangkan partai-partai dari poros perubahan masih stabil," kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono melansir Antara, Rabu (27/9/2023).
Gerindra terus menikmati coattail effect (kecenderungan seorang pemimpin partai politik populer untuk menarik suara kandidat lain) dari tingginya elektabilitas Prabowo.
"Terus melejitnya Prabowo dalam bursa capres mendorong pergerakan elektabilitas Gerindra hingga menempel ketat PDIP," ujarnya.
Sedangkan elektabilitas Ganjar yang baru mulai pulih setelah sempat anjlok akibat heboh Piala Dunia U20, namun belum cukup kuat mengungkit elektabilitas PDIP kembali ke posisi tertinggi yang diraih pada bulan Maret 2023, yakni sebesar 19,1 persen.
Saat ini Prabowo masih menjadi favorit dalam bursa capres, dan Gerindra juga membidik posisi sebagai partai terfavorit.
Jika tren terus berlanjut, bukan tidak mungkin Gerindra akan menyalip PDIP dan keluar sebagai partai pemenang Pemilu 2024. Padahal PDIP bertekad untuk mengulang kembali kemenangan yang pernah diraih dua kali berturut-turut.
Baca Juga: Sapa Penggemar Berkedok Spoiler, Yuta Bocorkan Rencana Konser Baru NCT