Suara Sumatera - Influencer Ferry Irwandi menanggapi protes Dokter Richard Lee mengenai penutupan TikTok Shop oleh Pemerintah RI.
Ferry Irwandi adalah seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Keuangan yang memahami tentang keuangan.
Pada akun TikToknya, Ferry Irwandi menayangkan secuplik video protes Dokter Richard Lee atas penutupan TikTok Shop.
Di video itu, Dokter Richard Lee mengatakan, kebijakan Pemerintah menutup TikTok Shop adalah sebuah kemunduran.
"Ketika sudah maju, kita harus mundur," kata Richard Lee di akun TikToknya.
Ferry Irwandi lalu menanggapi pernyataan Dokter Richard Lee itu. Menurut lulusan STAN ini, penutupan TikTok Shop bukan soal pemerintah tidak bisa beradaptasi dengan zaman.
"Nggak gitu. Ini bukan masalah maju mundur atau revolusioner atau kita yang nggak bisa beradaptasi dengan zaman," balas Ferry Irwandi di TikTok, Rabu (4/10/2023).
Ferry Irwandi menganalogikan masalah TikTok Shop ini dengan pendirian klinik kecantikan tanpa izin.
"Katakanlah, gimana perasaan dokter, ada seseorang bikin klinik kecantikan, testimoninya positif, tapi ternyata tidak berdiri dengan legalitas atau izin yang sah? Anda sebagai dokter tentu tidak terima. Tidak ada izin praktek, tapi ramai," papar Ferry Irwandi.
Baca Juga: Ajak Puan Maharani Makan Coto Makassar, JK: Tentu Sambil Singgung Pilpres 2024
Itulah yang terjadi pada TikTok. Ferry Irwandi mengatakan, izin TikTok adalah media sosial tapi pada tataran praktik melakukan e-commerce juga.
Dengan begitu menurut Ferry Irwandi, TikTok bisa melakukan apapun karena tidak terikat dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).
"Kalau satu perusahaan ini menjalankan aktivitas bisnis tanpa regulasi, mereka bisa melakukan apapun, bahkan sesuatu yang terburuk sekalipun. Inilah kenapa perlu diatur," ucap Ferry Irwandi.
Yang menjadi pertanyaan Ferry Irwandi mengapa TikTok tidak mengurus izin e-commerce sampai sekarang.